I Miss U My Sweet Red Thundie

Suzuki Thunder

Suzuki_Thunder
Dulu saya pernah mempunyai sebuah motor Suzuki Thunder yang kubeli dari seorang honorer di kantor tempatku bekerja, saat itu aku masih bertugas di Bali, sekitar tahun 2006, dan motor itu kumiliki hingga tahun 2013 akhir. Sampai akhirnya naik kelas ke Honda All New CBR 150R. Curhat ini ditulis pada saat aku masih seorang blogger ultra newbie extreme di tahun 2008, ketika masih kost dan bekerja di Jakarta.

Curhat

Udah hampir seminggu sejak hari Jumat malam yang lalu aku berpisah dengan motor kesayanganku. Aku kangen padamu, Thundie! Tidakkah kamu merindukanku? Merindukan selangkanganku yang biasa menjepit tangki merahmu itu? Atau bokongku yang biasa menindih jokmu yang empuk... Apakah kamu nggak pengen kubelai lembut slop gas mu yg bergerigi itu? Nggak kangen dengan tanganku yang kekar belukar menggoyangkanmu ke kiri dan ke kanan...?

Kembalilah sayang, maafkan aku yang selama ini jarang mencucimu dengan tanganku sendiri.. Maafkan juga kesalahanku yang sering telat memberi jatah servis kepadamu tiap bulan.. Aku yang seringkali lupa membayar cicilanmu di dealer Suzuki di Bali... Aq yang cuma mengisi kamu dengan oli standar Suzuki... Aq yg telah berulang kali mengkhianatimu dengan menunggangi sepeda motor lain, aku yang membiarkanmu jadi motor jablay, nggak pernah ngerasain semoknya bokong cewek selama merantau di Jakarta...

Aq yang pernah membuat bokongmu yang mulus jadi bonyok dicium Bis Pariwisata di By-Pass Ngurah Rai Bali, atau saat ditindih oleh truck trailer di pelabuhan Tanjung Priok... Sungguh tak terhitung dosaku padamu...



Sangat rindu rasanya dengan masa-masa kita berdua. Melindas aspal panas di siang hari, menelusuri jalan sepi Jakarta di malam hari... Kau yang menemaniku berangkat kerja setiap hari kerja, berangkat libur setiap hari libur, dan berangkat kiamat pada saat hari kiamat, tapi nggak bisa berangkat Kartini pada hari Kartini. Aku nggak akan pernah lupa kesetiaanmu menungguku di parkiran yang panas di bandara dan pelabuhan. Dijemur di bawah terik matahari selama berjam-jam, atau diselimuti dingin yang menusuk di malam hari, belum lagi didudukin pantat tukang parkir yang jarang mandi.. Setiap pulang ke rumah, hanya aku yang dengan pulas tidur di kamar dengan selimut yang hangat sementara kamu hanya menghabiskan malam di garasi bersama motor2 lainnya sembari ditidurin kucing-kucing binal...

Sayang, kamu udah bikin aku terpaksa naik taksi kalo berangkat ke kantor, padahal ongkosnya bisa buat kamu isi pertamax plus plus lho say....kamu bikin aku terpaksa ikut bis kota 43 yang sumpek tiap pulang kantor, walaupun aku kadang emang menikmati nikmatnya pulang kantor sambil ngiler di bis, sebuah pelayanan yang nggak akan bisa kamu berikan... Jangan protes, Thundie! Kalo aku ngiler di atas kamu yg lagi melaju bisa2 kita berdua berpisah untuk selama-lamanya... Apa benar itu yang kamu inginkan?? Memang aku sering ngatain kamu motor matre, karena kamu sering pura-pura batuk kalau diisi premium, baru semangat di jalan kalo diisi pertamax... Tapi itu bukan berarti kamu bisa melakukan ini semua terhadapku...

Betapa rindunya aku padamu, ingin kudengar lagi desahan pelanmu saat kutarik lembut tali gasmu, atau raunganmu saat kuajak menembus batas kecepatan, getaranmu saat kita berada di klimaks speedometer, dan hentakanmu saat aku salah masukin perseneling, dan goyangan bokongmu saat aku menginjak rem tiba-tiba...

Kembalilah padaku my Red Thundie, I miss U so much...
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Poskan Komentar