Wawancara dengan Udin Sedunia alias Soaluddin

Udin Sedunia

Setelah Sinta dan Jojo, kini giliran Udin Sedunia yang populer berkat iseng-iseng menyanyi di Youtube. Berkat lagu Udin Sedunia yang jenaka, Udin kini populer bak artis pujaan.

Berawal dari keisengan seorang mahasiswa kampus di Lombok - Nusa Tenggara Barat yang bernama Udin Saulaudin Majnun menciptakan sebuah lagu dan diperdengarkan kepada teman-teman kampusnya, kemudian berlanjut pada direkamnya lagu tersebut dengan bahasa Sasak (atau yang biasa disebut Cilokak) oleh sebuah label lokal dan dibuatkan sebuah video klip.

Liriknya yang crunchy, menggelitik dan nadanya yang khas campuran pop modern, ethnic, dangdut, dengan nuansa arab membuat lagu tersebut mulai disukai banyak teman-temannya di kampus. Di video klipnya pun Udin berakting dengan jogetnya yang gemulai ditambah mulutnya yang berkomat kamit atau dibuka lebar-lebar sehingga memancing gelak tawa orang yang menonton.

Setelah sukses menggebrak dunia maya lewat lagu Udin Sedunia yang diunggah di situs berbagi video YouTube, kini mimpi Udin membuat video klip kesampaian juga. Beberapa waktu lalu, Udin Sedunia dibuatkan video klipnya.

Klik disini untuk membaca berita tentang: Udin Sedunia Syuting Video Klip.

Berikut petikan wawancara dengan Udin Sedunia yang memiliki nama lengkap Soaluddin, kelahiran 31 Desember 1985, di Lombok Tengah, saat mengerjakan video klip pertamanya di Kebon Sirih, belum lama ini.

Awal bikin lagu seperti apa?
Awalnya tahun 2009, tapi di Youtube itu baru dua bulan lalu dimasukan ke Youtube. Awalnya saya dan teman lagi ngobrol-ngobrol di depan kampus. Lalu tiba-tiba saya ingat teman saya yang tahun 2006 main tebak-tebakan.

Udin yang sering ke masjid apa? Udin yang di kamar apa? Ya Ahlinudin yang ke masjid dan Kamarudin yang suka ke kamar. Aku kepikiran kalau dijadkan lagu bisa nyambung.

Sudah bikin berapa lagu?
Puisinya sudah lima buku! 430-an puisi, yang sudah jadi lagu ada sekitar dua ratusan.

Sebelumnya pernah nyanyi?
Saya pernah nyanyi, ngamen empat bulan sambil kuliah, wedding party, lomba 17 Agustus, lomba Maulid, ultah teman, macam-macamlah pokoknya.

Kok bisa jadi namanya Udin Sedunia?
Itu dari teman, namanya Udin Sedunia. Ada yang bilang udin sekampung, tapi saya lebih suka Udin Sedunia.

Makna Udin Sedunia?
Filosofinya saya ingin menduniakan nama Udin. Biasanya kalau lihat di televisi itu Udin selalu orang bawah, sekarang (Udin Sedunia) peran utama. Saya ingin menduniakan nama Udin dan Udin itu tidak norak tapi berkualitas, bisa go international!

Masih kuliah?
Saya kuliah di STKP (Sekolah Tinggi Keperguruan dan Pendidikan) Hamzawadi Selong. Saya tidak mau jadi guru, saya kuliah hanya untuk memenuhi permintaan orangtua. Sekarang semester enam, belum bayar dua sampai tiga semester. Alhamdulillah buat kuliah, bangun rumah, bantu orangtua.

Punya pacar?
Sudah putus, sama Sapinah, saya kan Sapiudin.

Sempat terbayang bisa ke Jakarta dan populer?
100 persen saya tidak pernah kepikiran ke Jakarta. Nggak menyangka! Saya ikhlas menghibur dan bikin orang ketawa. Teman saya yang masukin ke Youtube, biar terkenal kayak Sinta Jojo. Kalau itu takdir Tuhan, orang senang Alhamdulillah.

Sudah merasa seperti Sinta-Jojo?
Belum, saya selalu merasa seperti gelas setengah penuh. Artinya selalu siap menerima masukan, tidak merasa sempurna, dan tidak egois, bisa diisi. Kalau penuh, kita egois.

Sudah banyak fans, ada pengalaman seru?
Banyak! Tumben saya merasakan kecupan seorang cewek, bukan bencong. Waktu di Inbox dicium sama perempuan, pernah sama ibu-ibu dikerjain.

Sempat ditegur Komisi Penyiaran Indonesia, bagaimana tanggapannya?
Iya, saya kena somasi. Tanggapan saya, keputusan dari KPID saya terima dengan legowo.

Produser label rekaman disomasi lagi dikaji layak atau tidaknya. Alasannya banyak, kata-kata Tahirudin dan Sarapudin yang diprotes. Saya juga bingung, padahal Tahirudin dan Sarapudin itu teman saya. Saya terima hal terburuk, dicekal atau apalah, supaya karya saya bisa diterima dengan baik, karya saya enggak diprotes lagi.

Banyak yang care saya harus terima semua resiko. Beruntung diperingatkan.

Target ke depan?
Menyelesaikan kuliah, bangun rumah, membiayai orangtua haji. Dan pingin seperti Bunda Theresa, bahagiakan orang-orang yang tidak beruntung.

Sebagaimana dikutip dari INILAH.COM
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Poskan Komentar