Mobil Bergetar Pada Kecepatan 65 - 75 Kilometer per Jam

Mobil

Sekitar dua minggu yang lalu saya mendapati ban mobil sebelah kiri di bagian depan sudah aus parah hingga mengeluarkan serat kawat. Kemudian saya segera ke bengkel terdekat untuk mengganti ban. Setelah dicek, dan diganti (saya menggunakan velg custom ring 15 dengan ban Accelera ukuran 195), kemudian saya sekaligus meminta untuk di spooring dan balancing.

Setelah selesai proses spooring dan balancing, mobil kembali saya gunakan. Namun yang menjadi masalah adalah, mobil saya bergetar pada kecepatan 65 sampai 75 kilometer per jam. Getaran ini tidak muncul pada kecepatan di bawah 65 KM/Jam atau diatas 75 KM/Jam. Sebelum saya membawa ke bengkel untuk diperiksa kembali, saya melakukan riset kecil-kecilan melalui informasi yang tersedia di berbagai website yang mengulas tentang permasalahan ini.

Penyebab Mobil Bergetar Pada Kecepatan Tertentu

Berikut ini adalah beberapa penyebab yang mungkin terjadi sehingga mengakibatkan mobil bergetar pada kecepatan tertentu:
  1. Mobil bergetar dalam kecepatan tertentu paling sering terjadi diakibatkan oleh tidak balance-nya bagian roda. Bisa dari velg atau bannya. Velg tidak rata atau ban benjol, permukaan ban tidak rata adalah penyebab bagian roda tidak balance. Solusinya lakukan balancing untuk untuk menyeimbangkan titik berat di masing-masing roda agar kembali balance. Spooring dan balancing ulang sekaligus minta mekanik untuk memeriksa keadaan kaki-kaki dan laher rodanya. Apabila ternyata diakibatkan oleh permukaan ban yang bergelombang atau ada benjolan, maka Anda harus mengganti ban yang tidak rata/benjol tersebut.
  2. Ada kejadian dimana untuk mobil yang peleknya diganti dengan bukan Velg standar, lalu penjualnya memberikan mur roda yang tidak original sehingga mengakibatkan mobil bergetar. Selain itu coba periksa tekanan ban juga karena tekanan ban yang terlalu kencang juga bisa menimbulkan getaran. Cek juga baut, jangan sampai salah jenis. Setelah di cek baut-baut rodanya, jika masih bergetar coba lakukan rotasi ban dengan memindahkan ban belakang ke depan dan sebaliknya. Siapa tau berhasil (ini tips dari salah satu member forum seraya motor, ane juga bacanya agak aneh). Ini penjelasan yang lebih logis dari web lain: Ketika Anda merasakan getaran tak nyaman, ingat kembali kapan terakhir melakukan spooring dan balancing. Perawatan rutin pada ban tersebut adalah wajib untuk memberi kenyamanan pada kendaraan. Namun getaran bisa saja tetap terjadi meski telah dilakukan spooring dan balancing. Penyebabnya bisa jadi karena permukaan ban bergelombang. Jika benjolan kecil, akan terasa getaran ketika berjalan dalam kecepatan sedang sekitar 60-80 km per jam. Jika benjolan besar, mobil terasa bergoyang dan kemudi ikut bergetar. tak ada lain selain segera mengganti ban dengan yang baru dan perhatikan kualitas ban untk menghindari resiko ban bergelombang.
  3. Kemungkinan Cross Joint atau Propeller Shaft tidak normal. Body bergetar bisa disebabkan oleh kerusakan yang terjadi pada universal joint (Cross joint). Kerusakan pada Cross Joint biasanya membutuhkan proses agak lama, biasanya dimulai dengan bunyi "kliing" disaat pertama kali mobil beranjak, baik maju maupun mundur (di mobil saya tidak ada bunyi seperti ini). Kalau gejala itu tidak segera diatasi maka kerusakan akan berlanjut dan pada suatu saat body mobil bergetar. As dan Cross Joint pada minibus terletak di bagian tengah dari mobil, dan dekat dengan tangki bahan bakar. Kalau as mobil lepas biasanya bisa menghantam tangki bahan bakar dan membuat tangki bocor. Dalam beberapa kejadian karena baut Cross Joint nya lepas, maka as tengah mobil (propeler shaft) mobil tersebut menghantam tangki bahan bakar sampai bocor, kemudian as yang bergesek dengan jalan menimbulan bunga api, akibatnya mobil terbakar dan memakan korban jiwa. Cross Joint mobil keluaran tahun belakangan tidak ada lubang untuk dipompakan gemuk (inveten). Walaupun Cross Joint sekarang bisa tahan cukup lama, akan tetapi suatu saat akan rusak juga. Cross Joint yang dipasangkan pada mobil sekarang, tidak ada lubang inveten, kecuali untuk mobil- mobil truk kelas berat masih disediakan lubang untuk inveten. Cara mengganti Cross Joint yang rusak bukan pekerjaan berat. Umumnya para teknisi sudah terbiasa. Perlu beberapa alat pembantu seperti palu, tanggem yang digunakan untuk menekan Cross Joint masuk ke as propeler. Setelah dipasangkan Cross Joint baru, perlu ketelitian ketika memasang 4 mur baut yang menghubungkan Cross Joint dengan gardan dan transmisi. Harus menggunakan mur baut asli. Jangan mengganti dengan baut yang lebih kecil, karena kekuatannya bautnya lebih kecil bisa menyebabkan baut tersebut kendor. Kalau baut aslinya rusak, maka Anda harus membeli baut yang sama persis dan ulirnya harus halus, agar tidak mudah kendor. Soal tidak balance ternyata bukan hanya terjadi pada roda mobil, tetapi propeler shatf (As tengah) juga bisa tidak balance. Tidak balance nya propeler shaft biasanya karena benturan dengan jalan yang rusak lalu menjadi sedikit bengkok. Ada kalanya plat balance yang tertempel pada propeler shaft lepas juga bisa sebagai penyebab tidak balance. Untuk memperbaiki Anda bisa membawa ke bengkel yang memiliki mesin balancing propeler shaft.
  4. Masih di area kaki kendaraan, periksa pula bagian leher yang berhubungan dengan putaran roda. Jika bagian ini yang bermasalah, selain terasa getaran pada kemudi, sebelum parah biasanya akan dikiuti suara berdengung (untuk mobil saya tidak ada suara berdengung). Selain itu, bisa juga disebabkan oleh karburator kotor atau bermasalah. Komponen ini bertugas untuk menyuplai bensin ke silinder. Ketika karburator kotor, mesin tidak akan bekerja sempurna sehingga timbul getaran.

Demikian adalah beberapa penyebab yang mungkin terjadi ketika mobil Anda bergetar pada kecepatan tertentu. Saran saya, segera bawa ke bengkel resmi atau bengkel terdekat untuk dilakukan general check-up sebelum mobil mengalami kerusakan yang lebih parah atau bahkan membahayakan nyawa penumpangnya. Semoga bermanfaat! :-)
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Poskan Komentar