Michael Jordan: Legenda, Superstar, Megabintang NBA

Michael Jordan

dari Wikipedia, ensiklopedia bebas

Michael Jeffrey Jordan (Lahir pada bulan Februari tanggal 17, tahun 1963), juga terkenal dengan inisialnya, MJ, adalah seorang mantan pemain basket profesional, seorang pengusaha, dan pemilik sekaligus chairman dari klub basket NBA Charlotte Hornets. Dalam sebuah artikel biografinya di website resmi National Basketball Association (NBA) mengatakan: "Secara Aklamasi, Michael Jordan adalah pemain basket terbaik dan terhebat di dunia sepanjang masa." Jordan adalah salah satu dari sedikit atlit di generasinya yang imagenya dipasarkan secara luas dan efektif dan namanya dipertimbangkan sebagai instrumen penting dalam memperkenalkan NBA menjadi olahraga favorit di seluruh dunia pada medio tahun 1980-an hingga akhir 1990-an.

Setelah menjalani tiga musim karir amatir bersama tim basket kampus, University of North Carolina di Chapel Hill, dimana dia pernah menjadi anggota dari tim kompetisi skala nasional Tar Heels' national championship team pada tahun 1982, Jordan kemudian bergabung dengan tim NBA Chicago Bulls pada tahun 1984. Dia segera muncul sebagai bintang di Liga NBA, menghibur penonton dan fans NBA dengan kemampuan dribel dan skoringnya yang sangat profilis. Kemampuan melompat Jordan, digambarkan dengan melakukan slam dunks dari sebuah lemparan bebas dalam kontes slam dunk, membuatnya diberi nama julukan "Air Jordan" dan "His Airness". Dia juga memperoleh reputasi sebagai satu diantara pemain defensif dalam sejarah olahraga basket. Pada tahun 1991, ia memenangkan kejuaraan NBA yang pertama bersama Chicago Bulls, dan menyusul kemudian pencapaian gelar kedua pada tahun 1992 dan ketiga pada tahun 1993, sehingga berhasil mengamankan gelar NBA tiga kali berturut-turut. Walaupun Jordan secara mengejutkan memutuskan pensiun dari olahraga bola basket pada musim kompetisi NBA di awal tahun 1993-1994 untuk mengejar karir baru sebagai pemain baseball, dia kemudian bergabung kembali dengan Bulls pada tahun 1995 dan memimpin mereka memenangkan kompetisi NBA pada tiga kejuaraan musim tahun 1996, 1997, dan 1998, dengan menorehkan prestasi rekor NBA sebanyak 72 kemenangan dalam regular-season pada kompetisi NBA musim 1995–96. Michael Jordan memutuskan pensiun untuk kedua kalinya pada tahun 1999, tetapi kembali untuk dua musim NBA lagi pada tahun 2001 hingga 2003 sebagai pemain dari klub Washington Wizards.

prestasi dan pencapaian individual Michael Jordan antara lain termasuk lima kali gelar penghargaan Most Valuable Player (MVP), sepuluh kali terpilih sebagai All-NBA First Team designations, sembilan penghargaan All-Defensive First Team, empat belas kali penampilan pada NBA All-Star Game, tiga kali meraih gelar All-Star Game MVP Awards, sepuluh kali gelar top skorer NBA, tiga gelar untuk steals, enam kali terpilih sebagai NBA Finals MVP Awards, dan pada tahun1988 terpilih sebagai NBA Defensive Player of the Year Award. Diantara beberapa sekian banyak pencapaiannya, Jordan memegang rekor sebagai pemain basket dengan rata-rata mencetak angka tertinggi pada karirnya di regular season (30.12 points per game) dan pada karir playoff juga merupakan pemegang rekor rata-rata poin tertinggi yakni 33.45 points per game. Pada tahun 1999, dia dinobatkan sebagai atlit terbaik Amerika Utara pada abad ke-20 oleh media olahraga ESPN, dan yang kedua setelah Babe Ruth pada daftar atlit terbaik abad ini versi Associated Press.

Dia adalah pemain yang dimasukan ke dalam Basketball Hall of Fame sebanyak dua kali – pada 2009 untuk karir individualnya, dan pada tahun 2010 sebagai pemain yang turut menjadi bagian dari Tim Impian Amerika Serikat pada Olimpiade tahun 1992 ("The Dream Team") tahun 1992.



Michael Jordan juga terkenal pada produk yang menggunakan image dirinya (endorsement product). Dialah yang memberi bahan bakar pada kesuksesan sepatu basket Air Jordan yang diproduksi Nike, yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1985 dan masih tetap populer sampai hari ini. Jordan juga membintangi film Space Jam pada tahun 1996, berperan sebagai dirinya sendiri. Pada tahun 2008, dia menjadi pemilik bersama dan kepala operasi dari klub basket Charlotte Bobcats (dulunya adalah Charlotte Hornets, dan kemudian membeli sejumlah saham yang membuatnya berhasil mengontrol klub pada tahun 2010.

Sebelum menterjemahkan artikel ini dari Wikipedia, saya sama sekali tidak mengetahui fakta bahwa ayah dari Michael Jordan, James Raymond Jordan, Sr., meninggal karena dibunuh oleh dua orang perampok saat mengendarai sebuah mobil Lexus SC400 coupe berwarna merah yang dibelikan oleh sang anak, Michael Jordan. Ayah Michael Jordan dibunuh saat sedang tidur siang di dalam mobilnya di sebuah rest area dekat North Carolina. Kedua perampok tersebut langsung menembak Jordan Senior saat ia tertidur lelap. Nama dari kedua pembunuh ayah Michael Jordan adalah Daniel Andre Green dan Larry Martin Demery. Ironisnya, salah satu dari dua orang pembunuh tersebut juga berkulit hitam, sama seperti Jordan. Sayangnya kedua orang terdakwa tidak dihukum mati dikarenakan adanya batasan hukuman dalam sistem hukum di North Carolina.

Pada tanggal 23 Juli 1993, sementara dalam perjalanan kembali usai menghadiri sebuah acara pemakaman, hanya berjarak delapan hari dari ulang tahunnya yang ke-57, James Raymond Jordan meminggirkan mobilnya di rest area dekat perempatan Interstate 95 dan State Road 74 di selatan Lumberton, North Carolina untuk beristirahat tidur siang. Daniel Andre Green dan Larry Martin Demery melihat mobil tersebut, sebuah Lexus SC400 coupe berwarna merah dengan plat nomor North Carolina yang bertuliskan "UNC0023", mobil tersebut dibelikan oleh anaknya, superstar NBA Michael Jordan. Green dan Demery kemudian menembak mati Jordan Sr. ketika ia sedang tidur di dalam mobilnya kemudian mencuri mobil tersebut. Mayatnya ditemukan pada 3 Agustus (sebelas hari setelah kematiannya) dalam sebuah empang di Bennettsville, South Carolina, dan tidak dapat diidentifikasi hingga tanggu 13 August 1993 (baru berhasil diidentifikasi setelah sepuluh hari sejak penemuan mayat atau dua puluh satu hari sejak kematiannya).

Setelah menggeledah barang-barang milik (alm.) Jordan Sr., Green dan Demery menyadari bahwa orang yang baru saja mereka bunuh adalah ayah dari Michael Jordan. Mereka telah mengambil barang-barang lainnya dari dalam mobil termasuk dua buah cincin juara NBA yang diberikan kepada Jordan Sr. oleh anaknya. Green dan Demery membuat beberapa panggilan telefon dari HP milik ayah Michael Jordan dan sebagai hasilnya, polisi beserta FBI segera melacak dan berhasil menangkap mereka.
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Poskan Komentar