Sejarah SEO Search Engine Optimization

Search engine optimization (SEO)

dari om Wikipedia, si ensiklopedia gretongan

Search engine optimization (SEO) adalah sebuah proses untuk mempengaruhi keterlihatan dari sebuah situs atau halaman web di dalam sebuah hasil penelusuran mesin pencari yang secara alami atau tidak dibayar (organik). Pada umumnya, semakin awal (atau semakin tinggi peringkat pada halaman hasil penelusuran), dan semakin sering sebuah situs muncul di dalam daftar hasil penelusuran, maka akan semakin banyak pengunjung situs yang diterima dari para pengguna mesin pencari itu sendiri. SEO bisa ditujukan untuk jenis pencarian yang berbeda-beda, termasuk pencarian foto/gambar, penelusuran lokal, pencarian video, penelusuran akademik, pencarian berita, dan mesin pencari vertikal yang spesifik pada industri.

Sebagai sebuah strategi dari pemasaran internet, SEO mempertimbangkan bagaimana sebuah mesin pencari bekerja, apa yang akan dicari oleh orang-orang, kata kunci atau kalimat yang diketik pada mesin pencari dan mesin pencari mana yang lebih dipilih oleh audiens yang mereka targetkan. Dalam usaha untuk mengoptimalkan sebuah situs menggunakan SEO biasanya melibatkan beberapa langkah berikut ini:
  1. Mengedit konten situs
  2. Mengedit HTML dan koding yang terasosiasi dengannya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan relevansi pada beberapa kata kunci spesifik, sekaligus untuk menghilangkan halangan bagi aktifitas indeks yang dilakukan oleh mesin pencari.
  3. Mempromosikan website untuk meningkatkan jumlah backlink atau inbound link.
Bentuk jamak dari persamaan kata SEO juga bisa merujuk pada "Para Pegiat Optimisasi Mesin Pencari", yakni mereka yang menyediakan jasa SEO.

Sejarah


Pada pengelola web dan penyedia konten mulai mengoptimasi situs untuk mesin pencari pada pertengahan tahun 1990-an, sebagaimana mesin pencari pertama yang diciptakan mulai membuat sebuah katalog untuk situs-situs awal yang tersedia di internet pada masa itu. Webmasters and content providers began optimizing sites for search engines in the mid-1990s, as the first search engines were cataloging the early Web. Pada awalnya, yang perlu dilakukan oleh semua pengelola situs adalah mereka harus memasukkan alamat dari sebuah halaman, atau URL, kepada beberapa situs mesin pencari yang kemudian akan mengirimkan "laba-laba" untuk "merambah" situs tersebut, mengekstrak tautan ke halaman lain dari situs itu, dan kemudian mengembalikan informasi yang ditemukan untuk diindeks dan disimpan dalam pusat data. Prosesnya melibatkan sebuah laba-laba mesin pencari untuk mengunduh sebuah halaman dan menyimpannya di server mesin pencari itu sendiri, dimana sebuah program kedua, yang diketahui sebagai "Indexer", mengekstrak berbagai informasi tentang situs tersebut, seperti misalnya kata-kata yang dikandungnya dan dimana kata-kata tersebut terletak, seberapa kuat untuk kata-kata yang spesifik, dan semua tautan yang dikandung dalam halaman tersebut, yang mana data ini kemudian diletakkan pada sbuah jadwal untuk perambahan yang berikutnya.

Para pemilik situs mulai mengenali berharganya nilai dari memiliki situs mereka berada pada peringkat yang tinggi dan terlihat pada hasil penelusuran mesin pencari halaman pertama, menciptakan sebuah kesempatan baik untuk pegiat SEO bertopi putih ataupun pegiat SEO bertopi hitam. Menurut dari analis industri Danny Sullivan, kalimat "search engine optimization" mungkin muncul dan mulai digunakan pada tahun 1997. Pada tanggal 2 Mei 2007, Jason Gambert mencoba untuk mendaftarkan nama dagang dari singkatan SEO dengan meyakinkan Kantor Nama Dagang Amerika Serikat di Arizona, bahwa SEO adalah sebuah "proses" untuk mempengaruhi hasil pencarian termasuk dari kegiatan memanipulasi kata kunci, dan bukan merupakan sebuah "layanan pemasaran". Jaksa yang mengulas permohonan ini pada dasarnya percaya agrument tidak beralasan darinya bahwa sementara "SEO" tidak dapat diperdagangkan ketika itu merujuk pada sebuah proses dari kata-kunci yang dimanipulasi, ini bisa menjadi sebuah tanda untuk menyediakan "jasa layanan pemasaran...di bidang komputer"

Versi awal dari algoritma pencarian bergantung / mengandalkan pada informasi yang disediakan oleh pengelola situs seperti misalnya meta tag yang memuat kata kunci dan ditanamkan pada HTML, atau file index dalam mesin seperti ALIWEB. Meta tags menyediakan sebuah panduan pada masing-masing konten di halaman web. Menggunakan meta data untuk mengindeks halaman kemudian diketahui tidak dapat diandalkan, bagaimanapun juga, karena pada kata kunci yang dipilih oleh pengelola situs sangat potensial untuk menjadi sebuah representasi yang tidak akurat dari konten asli situs tersebut. Tidak akurat, tidak lengkap, dan data yang tidak konsisten pada meta tags bisa dan menyebabkan sebuah halaman untuk muncul di hasil pencarian yang tidak relevan. Pada penyedia konten web juga memanipulasi sejumlah atribut pada sumber HTML sebuah halaman web untuk memperoleh peringkat yang lebih baik pada mesin pencari.

Dengan bergantung pada sejumlah faktor seperti misalnya kepadatan kata kunci yang benar-benar dikontrol oleh pengelola situs secara eksklusif, mesin pencari di awal-awal keberadaannya sangat menderita dari trik tipuan dan dan manipulasi ranking yang dilakukan oleh pelaku SEO. Untuk menyediakan hasil yang lebih baik pada penggunanya, mesin pencari harus beradaptasi untuk meyakinkan bahwa hasil penelusuran yang ditampilkan adalah yang paling relevan dengan kata kunci pencariannya, ketimbang menampilkan halaman yang tidak berhubungan sama sekali yang penuh dengan ribuan kata-kunci dibuat oleh pengelola situs yang tidak bertanggung jawab. Sejak kesuksesan dan popularitas dari mesin pencari ditentukan dari kemampuannya untuk menghasilkan penelusuran paling akurat dari semua jenis pencarian, kualitas buruk atau hasil penelusuran yang tidak relevan dapat membuat penggunanya beralih menggunakan mesin pencari lain. Mesin pencari kemudian merespons hal ini dengan mengembangkan algoritma yang lebih kompleks, dengan mengambil sejumlah faktor tambahan yang lebih sulit lagi dimanipulasi oleh para pengelola situs. Mahasiswa lulusan Universitas Stanford (Kalau di Indonesia mungkin sudah disingkat UNISTAN), Larry Page dan Sergey Brin, mengembangkan "Backrub", sebuah mesin pencari yang mengandalkan pada sebuah algoritma matematis untuk menakar hal yang ditonjolkan dari sebuah halaman situs. Angka yang dikalkulasikan oleh algroritma tersebut, (ByTheWay Algoritma tersebut dinamakan PageRank, berasal dari nama salah satu penemunya si Larry Page), adalah sebuah fungsi dari kuantitas dan kekuatan dari tautan masuk. PageRank mengestimasikan kemungkinan yang akan diberikan oleh sebuah halaman untuk dicapai oleh seorang pengguna internet yang secara acak berselancar di dunia maya. lalu kemudian mengikuti satu link ke link yang lainnya. Sebagai akibatnya, ini berarti bahwa sejumlah tautan adalah lebih kuat daripada tautan lainnya, sebagaimana sebuah PageRank yang lebih tinggi lebih mungkin untuk dicapai oleh peselancar acak.


Artikel ini dibuat karena saya merasa sangat penasaran tentang Apa itu SEO (Search Engine Optimization)?
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Poskan Komentar