Pengalamanku Dengan PLN Berujung Ideku Untuk PLN

PLN

Menulis tentang PLN di blog ini membawaku pada kenangan belasan tahun yang lalu, saat aku masih anak-anak dan tinggal di kota kecil di bagian timur Indonesia. Terbayang sosok bapak-bapak yang mengendarai mobil bak terbuka dengan sebuah tangga lipat di bagian belakang, turun dari kendaraan lalu mengenakan helm putih berlogo petir, dan menaiki tiang listrik dekat rumah dengan menggunakan sebuah sabuk khusus.

Petugas_PLN_Memperbaiki_Jaringan_Listrik
Petugas PLN sedang memperbaiki jaringan listrik.
sumber foto: pixabay.com
Aku dan teman-teman masa kecilku biasanya langsung berlari mendekati mereka, dan kami menonton Bapak itu asyik memperbaiki sesuatu di ujung tiang listrik itu. Pikiranku yang masih polos sering bertanya-tanya, "apakah tidak bahaya di atas tiang listrik sana?", "Mengapa Bapak itu tidak tersetrum listrik saat memperbaikinya?".

Saat itu aku masih belum mengerti tentang apa itu PLN, dan apa saja yang mereka kerjakan. Aku hanya berpikir bahwa bapak-bapak itu adalah "tukang listrik" yang tugasnya memperbaiki tiang listrik. Akan tetapi kenangan menonton Bapak "tukang listrik" menaiki tiang listrik hingga ke ujung paling atas, hingga kini masih tetap tersimpan dalam ingatan. Cukup menggelitik bila mengingat-ingat hal tersebut.

Saat aku sudah duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), aku mulai mengerti bahwa PLN adalah singkatan dari Perusahaan Listrik Negara, sebuah perusahaan milik negara yang menyediakan listrik bagi masyarakat. Listrik di rumahku berasal dari PLN, dan setiap bulannya orangtuaku harus membayar tagihan atas listrik yang kami gunakan ke kantor PLN. Petugas dari PLN datang pada hari tertentu sebulan sekali untuk memeriksa meteran listrik di rumah kami. Hanya sebatas itu saja yang aku ketahui.

Tetapi yang mulai aku ingat kembali adalah, ketika pada suatu malam Ayahku sedang menonton siaran sepakbola di televisi, dan tiba-tiba listrik dirumah mendadak mati hingga di kompleks rumahku gelap gulita. Sambil mengomel sesuatu tentang PLN (yang aku sudah lupa), Ayahku menyalakan senter besi dan menghidupkan lilin di kamarku. Ayah selalu menyediakan senter lengkap dengan tiga buah baterai cadangan yang sebesar genggaman tanganku, dan Ibuku selalu menyediakan beberapa lilin dalam bungkus cokelat di lemari, untuk berjaga-jaga apabila sewaktu-waktu listrik padam. Dulu hal itu sering terjadi, dan aku makin mengerti pentingnya listrik bagi kami.

PLN di Masa Kini

Sekarang aku sudah dewasa dan berumah tangga, tinggal di sebuah rumah sederhana yang kubeli dengan cara mencicil. Ada beberapa hal menarik yang aku perhatikan dari PLN, ternyata kini perusahaan BUMN ini sudah banyak berubah. Kini aku tidak perlu repot ke kantor PLN untuk antri membayar tagihan listrik bulanan di loket pembayaran, seperti yang rutin dilakukan orangtuaku dulu setiap bulannya. Aku cukup mengambil telepon genggam, mencari aplikasi mobile banking yang disediakan oleh bank yang aku gunakan, lalu mengetik nomor pelanggan dan nomor PIN, semua bisa dilakukan dari mana saja dan dalam waktu beberapa menit. Tidak memakan tenaga, waktu, dan biaya, sungguh praktis!

Aku juga bisa dengan mudah mengetahui tagihan rekening, hanya dengan mengetik nomor ID pelanggan melalui alamat http://www.pln.co.id/info-rekening/tagihan.php. Saat aku mengetahui bahwa PLN telah menyediakan layanan PLN E-Billing, aku segera mendaftar. Dan kini PLN rutin mengirimkan tagihan listrik berupa Invoice E-Bill setiap awal bulannya ke alamat surel pribadiku, lengkap dengan jumlah tagihan yang harus dibayar serta pemakaian listrik di rumahku. Istriku tidak perlu khawatir tentang akurasi pencatatan petugas, karena kami bisa membandingkannya dengan meteran yang tersedia di rumah kami.

Cek_Tagihan_Rekening_PLN
Cek Tagihan Rekening melalui www.pln.co.id.
Cukup masukkan nomor ID Pelanggan Anda.
Semudah itulah "menanyakan" jumlah tagihan ke PLN.

Sekitar setahun yang lalu, aku sempat mengurus pemasangan sambungan listrik untuk rumah yang baru dibeli oleh salah seorang saudara di Kota Malang, Jawa Timur. Menurut informasi, saudaraku sempat ditawari oleh tetangga sesama penghuni kompleks perumahan untuk menghubungi seseorang yang katanya "biasa" mengurus pendaftaran sambungan baru PLN, akan tetapi ia langsung paham bahwa yang bersangkutan adalah makelar / calo, sehingga saudaraku langsung menolak dengan halus tawaran tersebut. Untuk apa menggunakan jasa calo kalau kita yakin bahwa PLN bersih. Kalau dari pihak PLN sudah berusaha untuk melakukan bersih-bersih di institusinya, tetapi para pelanggannya masih belum mengubah pola pikir ingin mudah dengan menggunakan jasa calo, maka usaha dan kerja keras PLN bersih yang didengungkan selama ini akan berakhir sia-sia. Sebagai seorang blogger, kita wajib mendukung gerakan PLN Bersih!

Blogger_Dukung_PLN_Bersih_Blogdetik
Blogger Dukung PLN Bersih. Saat memperingati 68 tahun Hari Listrik Nasional.
sumber: www.blogdetik.com

Oleh karena tidak sempat mengurus langsung ke kantor PLN disana, aku mencoba untuk mencari cara mendaftar di internet, dan terus terang aku cukup terkejut ketika membaca hasil pencarian di situs mesin pencari. Ternyata PLN kini telah membuka layanan Pasang Baru Online, berbeda dengan apa yang kubayangkan bahwa prosesnya akan sedikit rumit dan memakan waktu lama. Setelah mengisi data di form yang disediakan, esoknya aku menelepon ke contact center PLN di nomor 123 dan dilayani oleh seorang petugas call center dengan ramah. Petugas tersebut kemudian membantu untuk mendaftarkan pemasangan listrik baru melalui sambungan telepon. Dan kini, di rumah tersebut sudah terpasang jaringan listrik PLN yang sudah menggunakan sistem pra-bayar, orang-orang menyebutnya sistem pulsa listrik, dan ajaibnya, semua itu bisa kulakukan dari rumah.

Satu hal lagi yang perlu kutuliskan disini, tidak ada lagi kebiasaan seperti Ayah dan Ibuku dulu, kini aku tidak ingat kapan terakhir menggunakan senter di rumah, dan istriku tidak pernah menyediakan lilin di lemari. Senter yang kubeli justru digunakan istriku untuk menyinari perutnya saat hamil, karena berdasarkan yang kami baca, sejak usia kandungan 7 bulan, janin sudah bisa melihat cahaya dari dalam rahim ibunya.

Yang Berubah Dari PLN

Dari pengalaman tersebut aku mengambil kesimpulan bahwa PLN kini sudah banyak berubah, menjadi semakin profesional dari segi layanan dan semakin peduli pada pelanggannya. Dan tidak hanya itu saja yang berubah, di sisi lain, image atau mindset tentang PLN di pikiranku (dan mungkin juga banyak pelanggan PLN lainnya yang berpikiran sama denganku), kini berubah menjadi lebih baik. Aku tidak lagi menganggap berurusan dengan segala sesuatu yang terkait dengan PLN akan menjadi rumit dan membuat pusing kepala. Sekarang bagiku PLN identik dengan kemudahan dan pelayanan prima. Menurutku justru perubahan imej PLN di mata pelanggan adalah yang terpenting dari semua perubahan lainnya, karena hal itulah yang menjadi indikator utama keberhasilan dari kerja keras PLN selama ini.

Aku salut kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN), karena disaat sejumlah Badan Usaha Milik Negara atau BUMN lainnya masih lekat dengan pandangan negatif dan imej "pelayanan buruk", PLN justru bangkit dan perlahan-lahan melepaskan diri dari imej buruk tersebut, dan mendapatkan sudut pandang yang lebih baik dari pelanggannya. PLN berhasil berdiri sejajar dengan BUMN unggulan lainnya dan bahkan mampu menyaingi perusahaan swasta baik dalam negeri maupun asing dari segi kinerja dan pelayanan. Sesuatu yang memberi keuntungan tidak hanya bagi PLN sendiri, tetapi juga kepada puluhan juta rakyat Indonesia sebagai konsumen sekaligus "pemegang saham" PLN.

Ideku Untuk PLN

Logo_Perusahaan_Listrik_Negara_PLN_ideKUUntukPLN
Logo Perusahaan Listrik Negara (PLN)
sumber: www.pln.co.id
Aku memiliki sejumlah harapan untuk PLN di masa yang akan datang, masa dimana PLN akan menjadi penyedia energi listrik bagi anak-anakku kelak. Sebagaimana yang kualami dengan orangtuaku dulu, berlanjut hingga aku menjadi orangtua juga, PLN tetap ada melayani keluarga kami dari generasi ke generasi. Oleh karena itu aku berharap PLN dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi, lebih profesional, dan lebih mudah dalam bertransaksi.

PLN memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi baik secara mikro maupun makro di negara Indonesia. Dengan tersedianya energi listrik yang mencukupi kebutuhan di Indonesia, maka roda perekonomian bangsa dan negara Indonesia akan berjalan lancar dan tumbuh dengan pesat. Jika itu menguntungkan untuk bangsa dan negara, maka itu akan menguntungkan untukku dan keluargaku sebagai bangsa Indonesia dan Warga Negara Indonesia.

Sebagai anak bangsa dan warga negara yang baik, aku juga berkewajiban untuk menjaga PLN tetap menjadi perusahaan yang andal dan menguntungkan (bahasa kerennya "reliable and profitable"). Aku berusaha merumuskan sejumlah ide yang ada di dalam benakku ke dalam beberapa poin penting di bawah ini:
  1. Masa depan adalah teknologi, dan teknologi adalah masa depan. Di waktu yang akan datang, energi listrik terbarukan adalah kebutuhan primer manusia, seperti halnya pakaian, makanan, dan tempat tinggal (sandang, pangan, papan). Kendaraan transportasi akan menggunakan listrik sebagai sumber daya utamanya. Rumah-rumah pintar akan mengandalkan listrik sebagai sumber energi, begitu juga industri jasa dan manufaktur. Semua orang akan bergantung pada energi listrik, dan itu adalah peluang bagi PLN untuk menjadi sebuah perusahaan penghasil energi raksasa. PLN harus membaca hal tersebut dari sekarang dan berupaya untuk menggunakan teknologi sebagai katalis untuk memaksimalkan mesin-mesin produksi yang telah dimiliki saat ini, serta berupaya untuk menambah kapasitas produksinya.
  2. PLN wajib melakukan regenerasi terhadap sumber daya yang dimilikinya, baik itu sumber daya manusia maupun asset-asset produksi yang sudah ada. Ciptakan SDM yang andal di bidang kelistrikan dan tingkatkan kemampuan produksi energi listrik di berbagai daerah, hingga tidak ada lagi kosa kata "pemadaman bergilir" di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  3. Terkait tarif dasar listrik yang telah ditetapkan pemerintah yang sudah cukup bagus mengingat tarif listrik telah digolongkan berdasarkan jenis, waktu, tingkatan, serta jumlah pemakaiannya. Namun akan lebih baik lagi jika tarif tersebut disesuaikan dengan tingkat ekonomi pelanggannya, dimana pelanggan yang hemat listrik dilihat dari history pemakaiannya diberikan apresiasi melalui tarif yang lebih murah atau pemberian subsidi langsung, sedangkan pelanggan yang boros energi listrik dikenakan tarif yang sesuai dengan kemampuannya secara ekonomi.
  4. Terkait kinerja keuangan PLN yang seringkali dirugikan oleh melemahnya rupiah terhadap mata uang asing, ada baiknya PLN mempertimbangkan mencari jalan keluar yaitu bagaimana cara untuk mengubah utang valuta asing menjadi utang dalam mata uang rupiah. Misalnya dengan restrukturisasi utang valuta asing, atau mungkin dengan mencari pinjaman di dalam negeri untuk melunasi pinjaman dari lembaga atau negara asing. Walaupun aku paham bahwa untuk melakukan hal tersebut tidaklah semudah mengetik keyboard saat menulis artikel di blog ini, namun aku yakin PLN akan segera menemukan jalan keluarnya.
  5. PLN harus tetap mencari sumber energi listrik berbiaya murah, misalnya dengan melibatkan diri dalam berbagai penelitian terkait energi listrik yang bisa diperbaharui, tanpa harus menggunakan sumber daya alam seperti minyak bumi dan gas. Aku masih meyakini bahwa energi panas bumi dan energi matahari adalah sumber energi yang tidak terbatas. Kita manusia hanya belum mengetahui cara untuk mengubahnya menjadi energi listrik dengan biaya yang murah, tanpa harus melirik ke pilihan energi nuklir yang menyimpan bahaya bagi lingkungan.
  6. Kembangkan sayap bisnis hingga ke negara-negara tetangga yang masih membutuhkan pasokan energi listrik, tetapi hal tersebut dengan catatan apabila kebutuhan dalam negeri telah terpenuhi.
Mungkin enam ide diatas terdengar sedikit naif, atau mungkin ada yang menilainya berlebihan. Tapi enam point itu adalah hasil pemikiran semampu yang bisa aku berikan bagi PLN, perusahaan milik negaraku yang akan terus menjadi penyedia listrik bagi keluargaku hingga ke masa depan.

Akhir kata, semoga PLN bisa mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi bangsa Indonesia sesuai dengan motto Electricity For A Better Life, Jayalah PLN! Selamat Hari Listrik Nasional yang ke-69!

** Sebagaimana dikutip dari pengalaman pribadi dan berbagai sumber.


Artikel ini disertakan dalam lomba blog:
Lomba_Blog_Aku_dan_PLN_ideKUUntukPLN
Lomba Blog IdeKU Untuk PLN
sumber: http://akudanpln.blogdetik.com/
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

21 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Sukses min, salam blogwalking,, thanks sdh mampir di blog masgregori(dot)us, nice artikel ane doakan menang min..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasi doanya, MasGregori... Salam blogwalking...

      Hapus
  3. Nice article, mudah-mudahan menang!

    BalasHapus
  4. artikel ini sangat menginspirasi.

    ini artikel untuk lomba blogdetik PLN itu ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali bang Brillie, artikel ini aku tulis untuk mengikuti lomba Ideku Untuk PLN di blogdetik.

      Hapus
    2. BTW, terima kasih sudah meninggalkan komentar positif... :)

      Hapus
  5. Mantaap, broo... lanjutkan!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasi mas Romanistri...

      Mari kita lanjutkan PLN di bawah kepemimpinan presiden kita yang baru, Pak Jokowi... :D Salam tiga jari...

      Hapus
  6. Balasan
    1. Amin Gan, makasi banyak doanya...

      Semoga kita semua sukses selalu dalam dunia blogging dan internet marketing... hehehehe...

      Hapus
  7. Artikelnya menarik, terutama cerita masa kecilnya :)
    Idenya juga keren-keren.. semoga menjadi salah satu pemenang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasi Mbak Diah,... semoga kita semua yang komen diatas masuk daftar pelanggan PLN yang baik... hahahaha.... :D

      Hapus
  8. nice artikel... idenya juga menarik... semoga mendapat hasil yang terbaik ya ;)

    Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin... komentar yang sangat bijaksana,...

      thanks telah mampir berkunjung, bonus meninggalkan komentar.... :)

      Hapus
  9. sukses bang,, lengkap amir yak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasi, brother... Sukses juga artikelnya... :D
      Salam untuk kota Mataram & Sumbawa...

      Hapus
  10. Hello,
    Saya Mark Wilmer, pinjaman peribadi pemberi pinjaman
    menghulurkan peluang masa hidup.
    Adakah anda memerlukan pinjaman segera untuk membayar hutang anda atau anda memerlukan pinjaman untuk meningkatkan perniagaan anda?
    Anda telah ditolak oleh
    bank-bank dan institusi kewangan lain?
    Adakah anda memerlukan pinjaman penyatuan atau gadai janji?
    mencari lagi kerana kita berada di sini untuk membuat semua masalah kewangan anda yang perkara yang telah lalu. Kami memberi pinjaman dana kepada Individu
    yang memerlukan bantuan kewangan, yang mempunyai kredit yang buruk atau yang memerlukan wang
    untuk membayar bil-bil, untuk melabur dalam perniagaan pada kadar 2%. Saya ingin menggunakan media ini untuk memberitahu anda bahawa kami menyediakan bantuan dipercayai dan penerima dan akan bersedia untuk menawarkan loan.So hubungi kami hari ini melalui e-mel:
    (worldwideloaninternational@gmail.com)

    peminjam DATA

    1) Nama Penuh: .............................. ............... ..........
    2) Nyatakan: .............................. ................ ........... ..
    3) Alamat: .............................. ................ ............
    4) Negara: .............................. ................ ................
    5) Jantina: .............................. ................ .............. ....
    6) Status Perkahwinan: .............................. ............... ....
    7) Pekerjaan: .............................. ................ .. .....
    8) Nombor Telefon: .............................. ............... ...
    9) Jawatan Pada masa ini di tempat kerja: .....................
    10) Pendapatan Bulanan: .............................. ...............
    11) Jumlah Pinjaman Diperlukan: .............................. .......
    12) Pinjaman Duration: .............................. ............... ...
    13) Tujuan pinjaman: .............................. ..............
    14) Agama: .............................. ................ ..... .....
    15) Adakah anda memohon sebelum ........................ .........

    Terima kasih,
    Mark Wilmer

    BalasHapus