Bingung Memilih Laptop Gaming Murah Part I

Laptop Gaming

Di pekan ini, saya berencana untuk menjual rig PC Gaming desktop saya lalu menggantinya dengan laptop saja dengan alasan hemat energy plus lebih ringkas. Setelah menikah dan memiliki anak, kegiatan saya bermain game memang tereduksi jauh dibandingkan saat masih bujang dulu yg bisa semalaman bermain game di depan komputer sampai dini hari.

Terlebih lagi komputer yg hidup lama memakan cukup banyak daya listrik sehingga tagihan listrik di rumah kami membengkak sebagai akibat dari naiknya tarif dasar listrik untuk pelanggan PLN dengan kapasitas daya diatas 1.300 watt. Sehingga mau tidak mau, saya harus mencari laptop yg harganya murah tetapi punya performa yg tidak terlalu mengecewakan sebagai pengganti komputer di rumah.

Spesifikasi dan Harga

Oleh karena men-sortir deretan laptop berdasarkan CPU serta GPU yang digunakan terasa lebih sulit, maka untuk gampangnya saya akan mensortir pilihan melalui kapasitas RAM terlebih dahulu. Sebagai informasi, saya hanya akan membeli laptop dengan spesifikasi berikut: kapasitas RAM 4 sampai dengan 8 GB demi menjaga kelancaran multi-tasking, GPU Intel / AMD empat inti (quad-core) dengan kecepatan tidak kurang dari 2.0GHz (bukan up to xxx GHz), dan GPU terpisah (kalaupun integrated harus lebih bagus dari GPU separated / VGA Card, contohnya Intel HD 4400 atau AMD R7). Alasannya tentu demi mengejar performa laptop agar cukup baik dalam menjalankan game ketika saya rindu dengan aktivitas di depan monitor, walaupun tidak bisa dengan setting tertinggi, minimal fps (frame-per-second) yg didapat sudah cukup memuaskan plus tidak terjadi lag. Untuk ukuran serta resolusi layar, saya rasa tidak menjadi masalah berarti karena saya yakin produsen laptop tidak akan menyia-nyiakan spek tinggi dengan memasangkannya ke monitor jelek atau resolusinya minim.

Bingung_Memilih_Laptop_Gaming_Murah
Bingung memilih laptop gaming termurah? Mari kita cari sama-sama di artikel ini.

Lalu berapa budget yg saya sediakan? Tentunya tidak akan melebihi hasil penjualan PC gaming yg akan dijual. Seandainya kalau PC saya dijual lalu mendapatkan (dengan asumsi dijual terpisah alias "ketengan") Rp 1,2 juta dari processor, Rp 1 juta dari VGA, 400rb dari MoBo, 600rb dari PSU, 1,6jt dari dua buah hardisk HDD 2TBx2, dan 1,1jt dari SSD, plus 1,5jt dari casing plus monitor, maka saya akan memiliki budget sekitar Rp 7.400.000,-. Dengan limit harga seperti ini saya akan kesulitan untuk mendapatkan laptop gaming terbaik dengan harga paling murah, sebab spek tinggi di laptop biasanya berharga hampir dua kali lipat lebih mahal dari versi desktop. Tetapi saya tidak ingin putus asa sebelum mencoba mencarinya terlebih dahulu.

GPU

Kita semua sudah tahu bahwa tidak mungkin untuk mengharapkan performa GPU di laptop akan mampu menyamai kinerja VGA Card di dekstop PC rakitan (utamanya dalam kelas serta rentang harga yg sama / mirip-mirip). Kecuali jika kita sedang berbicara tentang true laptop gaming seperti MSI GT72 2QE Dominator Pro, Xenom Hercules HC17S-X2-DL02, atau Gigabyte Aorus X7-V2 Pro, yg harganya diatas 30 juta rupiah, maka segera tinggalkan artikel ini.

Oleh karena budget yg terbatas, maka cukuplah GPU yg tidak jelek-jelek amat bila saya ingin membeli sebuah laptop gaming dengan harga murah. Saya tertarik dengan GPU NVidia GeForce 840M, karena adiknya 820M kelasnya masih setara dengan GPU terintegrasi milik Intel (HD 4400) atau AMD R7. Tetapi dengan demikian, secara otomatis harga laptop yg diincar akan berada di kisaran 8 sampai 10 juta rupiah.

"Laptop gaming" disini bukan benar-benar "gaming laptop" seperti seri Alienware, MSI Dominator, Xenom Hercules / Phoenix, dan sebagainya yang memang dirancang dn diproduksi untuk bermain game, mengingat hampir tidak ada laptop gaming edition yg benar-benar murah, maka kita permudah saja penyebutan "laptop yg bisa dipakai main game" untuk disebut sebagai laptop gaming di dalam artikel ini.

Sebenarnya masih ada banyak GPU yg ingin saya cantumkan, tetapi menuliskan satu persatu GPU dan CPU yg biasa dipakai di laptop-laptop incaran saya akan membuat artikel ini terlalu panjang. Artikel selanjutnya akan membahas tentang daftar CPU serta GPU yg biasa digunakan sebagai parts dari masing-masing laptop.
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

4 komentar:

  1. Malam bang.
    Saya mau tanya lagi nih, kalau laptop ketika dihidupkan tapi dia langsung mati lagi itu kenapa yah bang.
    Thanks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sorry baru bisa balas seminggu kemudian, untuk laptop permasalahannya bisa bermacam-macam, dan membongkar laptop tidak semudah CPU rakitan.

      Bagian dalam dipenuhi debu saja sudah bisa membuat mati seperti itu, jadi saran saya bawa ke service center atau tempat service saja..

      Hapus
  2. Bang ane mau nanya ane punya budget 8jt niat nya pengen rakit pc buat main gta v tapi berhubung listrik nya gede ane milih laptop aja kira kira laptop yg bagus yg ngangkat apa ya...?

    BalasHapus
  3. Artikel Part 2 nya mana bang?

    BalasHapus