1150 vs 1155

Sebagaimana kita ketahui bersama, Intel Corp. telah meluncurkan LGA 1150, yang juga dikenal sebagai Socket H3, adalah sebuah socket mikroprosessor yg digunakan oleh Central Processing Unit (CPU) produksi Intel yg dibangun diatas desain teknologi mikroarsitektur Haswell. Selain itu, socket LGA 1150 juga dirancang untuk penggunaan suksesor Haswell, yaitu chip mikroarsitektur Broadwell.

Perbedaan_Intel_Motherboard_Socket_LGA_1150_vs_1155
Perbedaan Socket Motherboard Intel LGA 1155 vs 1150. images: www.chipell.com

LGA 1150 dirilis sebagai pengganti dari Socket LGA 1155, yg juga dikenal sebagai Socket H2. Socket LGA 1150 memiliki 1150 pin protruding yg terkoneksi dengan bantalan di bagian bawah procie. Sistem pendingin untuk socket LGA 1155 dan LGA 1156 sengaja dibuat kompatibel dengan LGA 1150, hal ini dikarenakan mereka memang memiliki jarak yg sama yakni 75mm diantara masing-masing lubang bautnya. Kebanyakan MoBo dengan socket LGA 1150 telah mendukung berbagai macam output Video seperti VGA, DVI ataupun HDMI – (tergantung dari model masing-masing produsen MoBo) dan rata-rata sudah mendukung teknologi Intel Clear Video.

Intel Socket LGA 1150 memperpanjang daftar socket yg pernah dirilis sebelumnya, mulai dari LGA 775, 1156, 1155, dan kini 1150.

Klik disini untuk membaca lebih detail tentang Perbedaan Intel Socket LGA 775, 1156, 1155, dan 1150.

Tentunya setiap Intel mengeluarkan produk baru, pasti ada teknologi baru yg menyertainya. Tetapi selain dari kompatibilitas sudah disebutkan di awal tadi, apa saja perbedaan lain dari kedua socket tersebut?

Perbedaan Motherboard Socket LGA 1150 vs 1155

Secara kualitas, semua motherboard ditentukan oleh masing-masing produsennya. Produsen MoBo terkenal semacam MSI, Gigabyte, ASUS, sudah jelas akan lebih berkualitas dibanding dengan merk tidak terkenal yg berharga jauh lebih murah. Anda bisa menilai kualitas sebuah motherboard bukan dari chipset atau socket yg digunakannya, tetapi cara paling gampang untuk membandingkan adalah melihat harga, sebagaimana harga yg berbeda juga akan membedakan kualitas komponen yg digunakan di atas board tersebut.

Tetapi di dalam motherboard yg sama-sama memakai Socket LGA 1150, masih bisa dibedakan lagi kelasnya dilihat dari chipset yg digunakan di masing-masing MoBo LGA 1150. Chipset tersebut membedakan berbagai fitur yg disematkan dalam tiap-tiap MoBo.

Klik disini untuk mengetahui: Perbedaan Chipset B85 H81 H87 Z87 Z97 pada Motherboard dengan Socket Intel LGA 1150.

Dari segi dukungan, jika Anda ingin merakit sebuah komputer baru, maka pilihan yang lebih tepat adalah socket LGA 1150, karena selain sudah mendukung seri CPU yg lebih baru, lebih cepat, serta lebih efisien dari Intel, tetapi chipset yg lebih baru juga memiliki fitur pendukung yg lebih banyak dibanding versi lamanya.

LGA 1155 adalah socket yg dirancang khusus untuk procie Intel berkode nama Ivy Bridge dan LGA 1150 diperuntukkan bagi Haswell (juga kompatibel dengan Broadwell). LGA 1150 yg lebih baru telah mendukung penggunaan procie Intel generasi keempat (4th generation) dari Intel core i5 dan i7, sedangkan LGA 1155 hanya mendukung versi lama dari kedua seri procie tersebut (Intel generasi ketiga).

berikut adalah sejumlah tips dalam Memilih Motherboard: Perbedaan H61, B75, dan Z77 di LGA 1155.
.
Sebagaimana dikutip dari berbagai sumber.

Acer R-002

Acer_Liquid_Jade_S55_free_Flip_Case_Powerbank_6800mAh
Bulan lalu salah seorang adik sepupu saya yang berada di Bali meminta tolong kepada saya untuk membelikan smartphone dengan syarat processor QuadCore, RAM 2GB, dan kamera yang bagus. Akhirnya setelah browsing di internet, pilihannya jatuh pada smartphone Acer Liquid Jade S55.

Pada tanggal 1 Juni 2015 pukul 14:58 saya melakukan pemesanan Smartphone Acer Liquid Jade S55 - 16GB warna Hitam dengan bonus berupa Free Flip Case + Powerbank 6800mAh di situs penjualan Online Lazada.co.id dengan harga Rp 1.999.000 dengan potongan harga sebesar Rp 100.000,-. Keesokan harinya, tanggal 2 Juni 2015 jam 13:38 saya telah melakukan pembayaran melalui transfer bank dan mendapatkan notifikasi bahwa Pembayaran telah diterima oleh Lazada dan pesanan akan diproses ke pengiriman dalam waktu 3 hari kerja.

Setelah melakukan pembayaran, saya mendapat pemberitahuan dari pihak penjual MDP IT Store Palembang, bahwa bonus berupa flip case sedang tidak ada stock dan akan dikirimkan menyusul setelah mendapat pasokan stock baru dari pihak distributor Acer. Saya kemudian membalas SMS tersebut dan menyetujui opsi pengiriman flip case menyusul.

Barang kemudian dikirimkan oleh pihak penjual, dalam hal ini adalah MDP IT STORE, dikirim dari Palembang dengan menggunakan jasa layanan pengiriman JNE YES pada tanggal 03 Juni 2015 pukul 16:04 dan Smartphone Acer Liquid Jade S55 beserta bonus sebuah powerbank Acer 6.800mAh R-002 saya terima pada tanggal 05 Juni 2015 pukul 16:00. Disini saya merasa terkesan dengan pelayanan Lazada, MDP IT Palembang, dan JNE.

Saya juga cukup merasa puas dengan barang berupa Smartphone Acer Liquid Jade S55 yang sudah saya terima, dengan berkekuatan processor Quad Core 1.3 GHz dan Chipset Mediatek MT6582, dipadukan RAM sebesar 2GB menjamin smartphone ini berjalan cukup kencang di OS KitKat 4.4.2. Ditambah lagi kapasitas storage yang cukup lega, 16GB plus fitur super Anti Scratch - Gorilla Glass 3, saya merasa adik sepupu saya akan merasa senang saat memperoleh smartphone ini. Mungkin kekurangannya adalah desain yang kurang elegan dan layarnya yg cukup licin. Tetapi overall saya menilai smartphone ini cukup bagus.

Segera saja keesokan harinya saya meninggalkan komentar di halaman penjualan Lazada yg menyatakan bahwa saya puas dengan kondisi barang dan cepatnya pengiriman ketika berbelanja di JNE, sayangnya hingga hari ini komentar tersebut belum disetujui oleh admin situs penjualan online Lazada.

Masalah PowerBank Acer 6800mAh R-002

Powerbank_Acer_6800mAh_R-002_Liquid_Jade_S55_Flip_Case
Permasalahannya disini adalah, PowerBank Acer 6800mAh dengan kode R-002 yang diberikan sebagai bonus dari pembelian tersebut diatas tidak bekerja semestinya. Saat disambungkan dengan kabel putih bertuliskan Mi di head nya bawaan dari dalam kotak powerbank, lampu LED berwarna merah yg menandakan bahwa powerbank sedang di-charge tidak menyala sama sekali.

Setelah saya mencoba mengganti dengan kabel charger asli bawaan paket penjualan smartphone, lampu LED warna merah memang menyala, tetapi masalah tidak berhenti sampai disana saja. Saya kemudian membiarkan powerbank tersebut di charge selama kira-kira 6 jam. Saat saya membalik kabel untuk digunakan charging smartphone, Acer Liquid Jade S55 itu tidak menunjukkan sedang di-charge. Tidak ada daya listrik yang masuk. Saya sudah mencoba berbagai opsi, termasuk menukar kabel dengan beberapa kabel lainnya, atau mencoba charging menggunakan smartphone lainnya, tetapi tetap saja powerbank tersebut tidak bisa charging.

Saya merasa kecewa dengan produk yang dijual melalui Lazada ini. Walaupun diberi keleluasaan untuk menukarkan barang selama 14 hari kerja, saya sudah terlalu malas untuk ribet memaketkan barang dan ke JNE untuk mengirimkan, lalu menunggu lagi, hanya gara-gara powerbank saja.

Sebagai tambahan informasi, sudah 14 hari alias dua minggu sejak barang diterima, saya juga masih belum mendapatkan kabar dari pihak MDP IT Store Palembang tentang kapan bonus berupa flip-case untuk Acer Liquid Jade S55 dapat dikirimkan.

Jon Kabira

Jon Kabira
Ketika zaman kejayaan PlayStation (PS) 1 dan PS 2, Anda yg hobby memainkan game Winning Eleven (WE) di tahun 1998 hingga 2004 mungkin akrab dengan kalimat komentator berbahasa Jepang yg mengatakan "wan tu..." (saat melakukan trik one-two) ataupun "shyutooo...!!!" ketika menendang bola ke arah gawang.

Ya, itu adalah ciri khas komentator di game WE tersebut. Komentator tersebut adalah Jon Kabira. Lahir pada tanggal 1 November 1958 di Naha - Okinawa, Jepang, ia adalah salah satu presenter, penyiar radio, narator, dan komentator yg sering diafiliasikan dengan Sony Music Artists. Ia sangat terkenal di Jepang dengan berpartisipasi di berbagai iklan TV, acara Televisi, dan pekerjaan yg terkait dengan audio-visual.

Jon Kabira sebagai pengisi narasi komentator di PES 2014.
Jon Kabira sebagai pengisi narasi komentator di PES 2014.

Suara dari Kabira ini sangat dikenal tidak hanya di Jepang atau Asia saja, bahkan hingga ke Afrika, Amerika dan Eropa oleh karena narasinya sebagai komentator di seri video game Winning Eleven keluaran Konami. Namun tidak banyak orang yang mengetahui sosok asli dari komentator legendaris ini. Di edisi World Soccer: Winning Eleven 2011, dia menjadi komentator bersama ex pemain sepakbola Jepang, Tsuyoshi Kitazawa dan Hiroshi Nanami.

Jim Beglin dan Jon Champion

Di edisi Winning Eleven terakhir (2015), bahkan ada tambahan opsi bahasa China selain dari Bahasa Jepang sebagai narasi komentator saat sedang bertanding. Tetapi jika Anda memilih untuk bahasa Inggris, maka Anda akan mendengar nama Jon Champion dan Jim Beglin yg bercuap-cuap menemani pertandingan Anda. Telinga Anda akan sering mendengar sebutan kalimat: "I'm Jon Champion, and my co-commentator Jim Beglin.."

Jim Beglin dan Jon Champion sebagai komentator di seri video game Pro Evolution Soccer.
Jim Beglin dan Jon Champion sebagai komentator di seri video game Pro Evolution Soccer.

Setiap kali akan memulai pertandingan di PES, Anda akan mendengar kalimat percakapan seperti ini:
  • Jon: "I'm Jon Champion and alongside me, is Jim Beglin.."
  • Jim: "Hi Jon, hello everyone.."
Terasa familiar bukan? (khusus penggila PES) Hingga kini di PlayStation 4 yang memainkan game Pro Evolution Soccer 2015, Anda akan tetap mendengar suara dari komentator Jim Beglin dan Jon Champion.

Saya sendiri masih lebih menyukai gameplay PES 2013 dan tetap memainkannya hingga sekarang. Baru-baru ini saya menginstall Patch versi 7.0 yang di download dari Kuyhaa-Android.blogspot.com dan berhasil memainkan, walaupun harus klik "Run as Administrator" terlebih dahulu di file PES2013.exe saat akan memainkannya.

Core i7-2600

Procie ini dirilis oleh Intel sudah cukup lama, yakni pada quartal pertama tahun 2011 atau tepatnya di bulan Januari. Berjalan pada instruction set 64-bit dengan teknologi Intel® Smart Cache berkapasitas 8MB diproses dengan litography 32 nm, dan merupakan bagian dari mikroarsitektur Intel yang berkode Sandy Bridge, CPU Intel Core generasi kedua.

CPU yang berjalan pada intel Socket LGA 1155 ini memiliki frekuensi 3.4 GHz yang dapat di overclock ataupun berjalan dalam mode turbo speed hingga kecepatan 3.80 GHz. Turut dibenamkan pula Graphic Processing Unit (GPU) built-in Intel HD Graphics 2000 yang dikenal cukup buruk dalam penggunaan multimedia. Banyak forum Enthusiast yang mengeluhkan bahwa mereka tidak akan menemukan kepuasan saat menggunakan GPU built-in dari CPU ini. Intel juga telah mempersiapkan procie i7-2600 untuk mendukung penggunaan 4 slot DIMMS dari memory type DDR3-1333. Procie ini cukup boros daya dengan mengkonsumsi energi listrik sebesar 95 W, tetapi untuk versi "K" di klaim lebih hemat sehingga terjadi penurunan konsumsi daya ke angka 65 W (walaupun tidak banyak orang yang perduli dengan konsumsi daya dari sebuah CPU).

Kinerja

Menariknya, walaupun rilisan lama yang sudah bertahan selama lebih dari empat tahun, processor ini masih menempati peringkat secara keseluruhan di posisi 147 ditilik dari nilai benchmark yang dilakukan oleh Passmark Software hari ini (10/06/2015). Ia mendapat score benchmark 8.269 bersaing dengan AMD FX-8350 Eight-Core yang memperoleh angka 8.980. Setidaknya procie ini masih lebih kencang daripada Intel Core i5-3570K ataupun Intel Core i5-2500K.

Saat dipasangkan dengan VGA NVidia GeForce GTX670 VRAM 2GB dengan RAM 8GB,
procie Intel i7-2600 ini mampu meraih angka 60 fps. Sangat memuaskan!

Saat diuji dengan menggunakan game yang tergolong baru dirilis (11 November 2014) dan bisa dikatagorikan "cukup berat" yaitu game balap "The Crew" besutan UBISOFT yang juga dibuat untuk platform PlayStation® 4, procie ini dipasangkan dengan Video Graphic Card / VGA Card NVIDIA GeForce GTX670 atau AMD Radeon 7870 (dengan VRAM 2GB berikut Shader Model versi 5.0 atau yang lebih tinggi), RAM 8GB, berjalan di sistem operasi Windows 8/8.1 (64bit tentunya) Intel Core i7-2600 ini memperoleh hasil yang cukup memuaskan yakni di angka 60 frame per second (fps), setara dengan raihan AMD FX-8150 @ 3.6 GHz.

Memory (RAM) Support

Walaupun sudah tergolong cukup lama, CPU Sandy Bridge ini masih sangat memuaskan dibanding beberapa processor Ivy Bridge, Haswell, ataupun Broadwell yang kelasnya lebih rendah. Tetapi perlu diingat bahwa CPU/Processor/Procie Intel Core i7-2600 ini tidak mendukung penggunaan type Memory DDR3 1600Mhz sebagaimana Intel sudah menyebutkan di situs resminya bahwa CPU ini tidak support RAM DDR3 1600MHz, tetapi menggunakan 1600MHz RAM yang berjalan pada kecepatan 1333MHz juga masih dimungkinkan karena system akan secara otomatis menyesuaikan kepada kecepatan yang didukung (1333Mhz). Intel i7 2600 sejatinya sanggup mendukung hingga kecepatan 2133 MHz apabila kita menjalankan memory scalling (baca referensi di bawah "Core i7 Memory Scaling: From DDR3-800 to DDR3-1600"), tetapi Anda memerlukan pengetahuan yang cukup untuk memperbesar konsumsi daya sebagai akibat dari memory scaling tersebut. Keuntungan dari menggunakan RAM yang lebih kencang tentunya untuk meningkatkan bandwidth dan mengurangi latency.

Walaupun menurut situs resmi Intel, procie Core i7 sebenarnya hanya mendukung penggunaan RAM DDR3-1066 dan 1333 saja. Tetapi faktanya, seri i7 sebenarnya mampu menjalankan RAM hingga kecepatan DDR3-1600 dengan tambahan voltase tertentu, sayangnya Intel menyarankan untuk tidak melakukan hal ini demi menghindari kerusakan pada memory controller Core i7. Jika Anda tetap memutuskan untuk menginstall RAM DDR3-1600MHz di sebuah Motherboard Dual Channel, maka konfigurasi di BIOS akan tetap menunjukkan angka 1333MHz.

Penggunaan RAM DDR3 1600MHz yang disandingkan dengan Intel Core i7-2600 juga tergantung dari Motherboard yang Anda gunakan, jika MoBo tersebut mendukung pemakaian RAM hingga kecepatan 1600MHz, maka tidak masalah apabila Anda memutuskan untuk menggunakan RAM DDR3-1600mhz. Lucunya, situs Intel Motherboard Support System misalnya untuk MoBo DH67VR, menampilkan hasil pengujian penggunaan RAM DDR3-1600 MHz pada sebuah Motherboard yang diklaim hanya mendukung penggunaan RAM DDR3 1333 MHz and DDR3 1066 MHz SDRAM DIMMs saja. Untuk membuktikannya Anda bisa membaca disini: Intel® Desktop Board DH67VR System Memory. Baca di bagian paling bawah di tabel "Tested memory". Aneh bukan?

Referensi

  1. Passmark - Intel Core i7-2600 @ 3.40GHz;
  2. ARK - Intel® Core™ i7-2600 Processor (8M Cache, up to 3.80 GHz);
  3. Wikipedia - List of Intel Core i7 microprocessors;
  4. Core i7 Memory Scaling: From DDR3-800 to DDR3-1600
  5. berbagai sumber lainnya di internet.
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda