PES 2015

Anda yg mengaku sebagai gamers sekaligus penggila bola belum sah kalau belum memainkan video game yg satu ini. Ya, game yg dulunya lebih populer dengan versi Winning Eleven di PlayStation 1 dan 2, lalu kini gamers gibol lebih mengenal versi Pro Evolution Soccer alias PES. Walaupun ia memiliki saingan yg dikeluarkan oleh Electronics Arts (EA Games), yakni game FIFA, game PES besutan Konami ini masih tidak tergoyahkan sebagai video game paling populer di kalangan penggemar sepakbola.

Usia tidak menghalangi orang-orang untuk memainkan video game ini, tidak hanya di rumah, bahkan hingga di kantor para pegawai / karyawan laki-laki banyak yg membawa konsol PlayStation atau laptop mereka, lengkap bersama stick PS2/XBOX untuk bertanding dengan rekan sekerja di kantor.

Sekedar informasi, perbedaan antara game Winning Eleven dengan Pro Evolution Soccer (PES) adalah: selain dari perbedaan nama, lisensi, region, tidak ada perbedaan dari segi gameplay. Penjelasannya bisa dibaca disini: Perbedaan Winning Eleven (WE) dengan PES (Pro Evolution Soccer)

Sebagaimana yg telah kita ketahui, Konami sebagai produsen dari game ini telah merilis seri terbaru dari PES yaitu Pro Evolution Soccer 2015. Gamers bisa memainkan versi konsol PlayStation maupun versi PC. Tetapi mana yg lebih baik: Membeli PlayStation 4 untuk memainkan PES 2015 atau merakit sebuah PC gaming?

Artikel ini akan menjawabnya secara terperinci untuk Anda.

Playstation 4 plus PES 2015

Untuk memainkan game ini di konsol PlayStation 4, maka Anda harus merogoh kocek cukup dalam. Mengingat tidak hanya diperlukan sebuah konsol lengkap berikut controller plus CD game dari PES 2015, Anda juga diwajibkan menyediakan sebuah televisi LCD/LED layar datar karena konsol ini tidak mendukung penggunaan TV tabung secara langsung (lagipula siapa yg mau memainkan game resolusi HD di sebuah TV tabung?).

Tidak sedikit orang yg membandingkan kualitas grafis video game yg dimainkan melalui Playstation, XBOX, maupun PC, dimana menurut pendapat pribadi saya, jelas detail grafis PC paling jago dibanding lainnya karena bisa disetting tergantung kemauan (dan spek rig PC Gaming tentunya).

Dari segi budget, dan berdasarkan penelusuran di sebuah situs online shopping terkenal Indonesia, paket bundling PS4 plus game PES 2015 dihargai Rp 5,8 juta rupiah. Ditambah monitor (televisi) layar datar LED ukuran 32" inch termurah mungkin bisa didapat dengan harga Rp 2,5 juta rupiah. Itu artinya Anda wajib menyediakan dana minimal Rp 8,3 juta rupiah untuk dapat memainkan game ini di rumah.

free-toshiba-32RL953-tv-ps3-slim-large
Siapkan 8,5 juta rupiah jika ingin menebus kedua perangkat ini di rumah Anda.

Lalu bagaimana dengan opsi merakit PC Gaming?Apakah bisa menjadi lebih murah atau justru lebih mahal? Langsung saya jawab aja ya, kalau sekedar untuk memenuhi reccomended requirements PES 2015 saja, merakit PC Gaming bisa jadi jauh lebih murah ketimbang membeli konsol game (berikut gamenya). Selain itu dari segi fungsi jelas PC jauh lebih bervariasi ketimbang PS yg hanya bisa bermain game atau memutar DVD Blu Ray saja.

Merakit Komputer Gaming Untuk PES 2015

Sebagaimana dikutip dari situs SystemRequirementsLab.com, spesifikasi minimum yg dibutuhkan agar bisa memainkan game ini adalah processor Intel Core 2 Duo @ 1.8 GHz atau AMD Athlon II X2 240 berkecepatan minimal 1.8 GHz, kapasitas RAM minimal 1 GB, VGA Card NVIDIA GeForce 6800 atau ATI Radeon X1300 ataupun kalau menggunakan Video Card integrated/dedicated, maka tidak kurang dari Intel HD Graphics 2000 (dengan 512 MB VRAM), berjalan di Windows Vista SP2/ 7 SP 1 serta membutuhkan kapasitas storage kosong sebesar 8GB. Tetapi tentu saja kita tidak ingin membangun komputer cetek model begini.

Minimum_Recommended_Requirements_Pro_Evolution_Soccer_PES_2015
Minimum dan Recommended Requirements untuk PES 2015 terbilang rendah / low-end PC.

Untuk recommended requirements alias spesifikasi yg disarankan oleh situs tersebut adalah procie Intel Core i3-530 atau AMD Phenom II X4 925 dengan kecepatan CPU minimal 2.93 GHz, kapasitas RAM paling kecil 2 GB, operating system minimal Windows Vista SP2/ 7 SP 1, dan VGA Card paling tidak NVIDIA GeForce 7950 atau ATI Radeon HD 2400 atau kalaupun pakai video card dedicated minimal yg sudah Intel HD Graphics 3000 (dengan VRAM 1 GB).

Tetapi menggunakan Intel HD Graphics walaupun sudah versi 4000, 4400 atau seterusnya, tetap saja menyimpan masalah karena pengaturan VRAM default dari intel yg hanya 32 / 64 Mb saja, sehingga untuk memperbesar kapasitas VRAM pada dedicated GPU semacam Intel HD Graphics akan mengambil sumber dari kapasitas RAM komputer Anda yg bisa dilakukan melalui setting di BIOS.

Tetapi saya tidak menyarankan mengikuti recommended requirements tersebut diatas. Mengapa demikian? Kita lihat bahwa spek PC yg disebutkan diatas masih masuk ke kategori low-end PC gaming. Berhubung kebutuhan spek gaming PC yg terus meningkat setiap tahunnya, jika Anda memutuskan untuk merakit komputer dengan spek minimum seperti diatas, maka Anda akan langsung tertinggal tahun depan plus kemungkinan berat untuk memenuhi persyaratan minimal untuk PES 2016. Jadi kita akan kalikan dua spek diatas!

Central Processing Unit (CPU) alias Procie

Untuk procie, yg direkomendasikan oleh situs SystemRequirementsLab.com untuk bermain game PES 2015 adalah Intel Core i3 530 @ 2.93GHz yg masih menggunakan Socket LGA1156, CPU ini menghasilkan angka rataan benchmark sebesar 2580 sehingga menempati peringkat 777 di daftar Procie terbaik sepanjang masa.

Benchmark_Intel_Core_i3_530
Benchmark Intel Core i3 530 @2.93GHz.
Harganya kini sekitar Rp 817.000,-. Procie generasi pertama core-i3 ini bukan tergolong high-end, melainkan masuk kategori "High to Mid range CPU", tetapi karena socket yg digunakan sudah tergolong jadul (diperkenalkan January 2010 jadi wajar masih pakai LGA 1156), maka kita tingkatkan saja menjadi yg lebih update yaitu procie berbasis socket LGA 1150 saja supaya kekinian plus lebih gampang upgrade di masa mendatang. Selain itu teknologi terbaru memang menawarkan perbaikan-perbaikan dibandingkan seri yg lebih lama, termasuk efisiensi dan konsumsi daya yg lebih rendah (selain dari speed).

Pilihan saya jatuh kepada Intel Core i3-4170 @ 3.70GHz (Haswell series) yg harganya terpaut cukup jauh dari i3-530, yaitu di sekitar Rp 1.440.000,-. Tetapi penambahan harga ini menghasilkan lonjakan performa yg cukup signifikan.

Hasil_Benchmark_Intel_Core_i3_4170
Hasil Benchmark Intel Core i3-4170 @ 3.70GHz oleh Passmark.

Video Graphic Accelerator alias VGA

Spek VGA yg disarankan adalah NVIDIA GeForce 7950 dengan kapasitas VRAM 1Gb, namun versi ini jelas sudah jauh ketinggalan zaman.

Spesifikasi dan hasil benchmark GPU GeForce Go 7950 GTX yg hanya memunculkan angka 265.
Oleh karena itu, kita sudah pasti tidak akan memasangkan VGA Card ini dengan CPU Intel Core i3-4170 @ 3.70GHz yg sudah dipilih sebelumnya.

Pilihan saya tidak pernah jauh-jauh dari NVidia GeForce GTX 650 Ti 1Gb, bisa juga pilih versi VRAM 2GB seperti Zotac GTX 650 Ti Boost 2Gb DDR5 NVidia PCI Exp. yg dihargai sekitar Rp 1.623.000,- (lihat kurs dollar terlebih dahulu, pada waktu artikel ini ditulis, mata uang Dollar sedang mengamuk di seluruh dunia hingga rupiah tunduk di angka Rp 13.450,-)

PC Gamingku

Kini berakhir sudah kebersamaan sekitar tiga tahun dengan PC Gaming kesayanganku yg selama ini menemani keseharian bermain game CoD berbagai seri, Battlefield 3, Crysis, Assassin's Creed, PES 2013 - 2015, dan lain-lain. Mulai dibangun sejak tahun 2011 akhir, di pertengahan 2015 PC tersebut telah aku mutilasi lalu kujual di Kaskus hingga kini tersisa dua buah hardisk internal WD Caviar Green 2TB (batal dijual karena sayang isinya) plus sebuah VGA Card MSI GTX 460 Cyclone 1Gb OC Edition (belinya Rp 1.865.000, sekarang mau dijual IDR 800K aja dah).

PC_Gaming_Processor_Intel_Core_i5-2500K_NVidia_GeForce_GTX460
PC Gamingku dengan Processor Intel Core i5-2500K plus NVidia GeForce GTX 460.

Awal membelinya aku memasangkan sebuah processor yg mendapat gelar "Procie of The Year" majalah CHIP pada saat itu, yakni Intel Core i5 2500K seharga Rp 2,5jt (laku terjual second seharga Rp 1,5jt) lalu menyandingkannya dengan VGA Card yg juga mendapat predikat "The Best Video Card" dari majalah yg sama, MSI NVidia GeForce GTX460 (Fermi) dengan VRAM 1GB. Pada saat itu kebutuhan RAM untuk gaming masih belum terlalu besar seperti sekarang, sehingga 4 GB dari Corsair Vengeance LP (kejual Rp 325rb doang) dirasa cukup untuk mengisi dua slot RAM yg tersedia di Motherboard MSI B75MA-P33 socket LGA 1155 (belinya 900rb tahun 2013, laku Rp 400ribu aja tahun 2015).

Lalu mulailah tetek bengek peripherals dipilih untuk menemani parts inti PC gaming tersebut, seperti misalnya casing VenomRX Habu V2 (beli 800rb, jual 400rb), PSU Corsair CX600 (beli 900rb 2014, jual 600rb 2015), fan Cooler Master (ane kasih gratisan sama yg beli borongan), DVD R/W Samsung (juga ane gratisin), LCD Monitor +TV merk LG ukuran 23" inch (laku 1,1jt rupiah), kabel HDMI biasa merk NYK (digratisin juga), sama SSD Samsung 850 EVO 250GB (baru beli 3 bulan lalu, laku 1,2juta).

Sedikit Curhat

Nggak bisa ane ceritain apa aja yg udah ane lewatin sama kompie itu selama ini, yg jelas mulai dari ngidupin PC sampe buat mutar film full HD 1080p wuss wuss.., nggak pake loading atau nge-lag. Main game juga settingan high lancar jaya plus kualitas grafis yg sangat tidak mengecewakan (jelas diatas 30fps). Tetapi apa daya, ane telah mencairkan PC tersebut dan mendapat dana segar Rp 6.325.000,- lalu langsung membawanya ke Hi-Tech Mall Surabaya untuk menebus sebuah laptop sebagai pengganti PC gaming tersebut.

Sesampainya disana pilihan ane sebenarnya jatuh kepada laptop ASUS A455LN-WX031D dengan jeroan yg cukup lumayan (core i5 plus video card NVidia GeForce GT840m) yg dijual seharga Rp 7.150.000,-. Tetapi saat mata melirik ke Tablet PC hybrid punya Acer, hati ane luluh karena pengen nyobain sensasi notebook berlayar sentuh yg bisa dicopot (plus berharga murah) berkedok Acer One 10. Akhir kata, jadi dah ane tebus itu barang, nggak jadi gaming-gamingan.

Dalam hati ane berkata, suatu saat nanti ane akan meneruskan hobby merakit PC gaming supaya bisa diteruskan ke anak cucu. Mungkin next project ane adalah merakit komputer gaming dengan harga semurah-murahnya, sebagaimana yg sering ane tulis di blog ini.

VGA Card

Bagi Anda yg sedang merakit PC Games, mungkin Anda bertanya-tanya, VGA Card apa yg sebaiknya saya gunakan untuk spek komputer gaming saya? Artikel ini akan membahas tentang hal tersebut.

Sesuai dengan kebutuhannya, sebuah PC Games tentu dirakit untuk bermain games (bukan 3D rendering, ataupun overclocking), tetapi murni bermain games. Pertanyaannya adalah, games seperti apa yg biasanya Anda mainkan? Semua judul game? Game tertentu saja (GTA V, Watchdogs, dll), game online? atau game semacam Counter Strike, Pro Evolution Soccer / PES, atau malah Angry Birds? Kalau cuma buat Angry Birds atau Solitaire, buat apa pakai VGA Card?

Nah, kebutuhan gaming Anda bisa menjadi patokan limit bagi budget Anda dalam merakit sebuah PC games.

Tips Memilih VGA Card PC Games

Sebagai contoh, gamers yg ingin agar PC-nya bisa memainkan semua game terkini tanpa lag plus berjalan di setting tertinggi, tentu saja membutuhkan sebuah VGA paling powerful yg tersedia di pasaran. Game-game kelas 'berat' dengan kebutuhan pengolah grafis sangat tinggi semacam Watchdogs, GTA V, Battlefield 4 (BF4), Call of Duty Ghost, Crysis 3 (2013), Halo 4, Assassin's Creed Syndicate (2015), Hitman (2015), Batman: Arkham Knight, dsb., apabila gamers terbentur budget sehingga tidak bisa membeli GeForce GTX TITAN X yg harganya belasan juga ataupun GeForce GTX 980 Ti, GeForce GTX 780 Ti, GeForce GTX 970, Radeon R9 290 / 390, maka Anda bisa melirik ke GeForce GTX 960 yg harganya 'cuma' 3 jutaan untuk PC games Anda.

  1. GTX 980 Ti

    GeForce GTX 980 Ti adalah Graphic Processing Unit (GPU) yg paling canggih di dunia saat artikel ini ditulis. Didukung oleh arsitektur NVIDIA Maxwell™ Next Generation, memberikan kinerja yg luar biasa, efisiensi daya yg tak tertandingi, dan fitur-fitur terkini. Situs pemeringkat VGA Card, Passmark, telah menguji dan membuktikan bahwa GPU ini memuncaki daftar high-end Video Card yg pernah dirilis ke pasaran saat ini.

    GTX_980_Ti_High_End_Video_Card_VGA_Benchmark
    GTX 980 Ti memuncaki daftar klasemen high end VGA Card versi Passmark Software.

    Harga GTX 980 Ti

    Untuk harga, memang lumayan mahal, tetapi seperti dilihat di tabel hasil benchmark diatas, VGA Card ini adalah raja dari semua VGA. Versi termurah adalah Zotac NVidia GTX 980 Ti 6Gb 384Bit DDR5 PCI Express yg dijual seharga Rp 9.427.000,-. Berikut adalah daftar harga lima diantaranya:
    NoMerkGPUSeriVRAMBit RateModulHarga
    1ZotacNVidiaGTX 980 Ti6Gb384BitDDR5Rp9,427,000.00
    2AsusNVidiaGTX 980 Ti Reference6Gb384BitDDR5Rp10,320,000.00
    3MSINVidiaGTX 980 Ti Gaming6Gb384BitDDR5Rp11,250,000.00
    4GigabyteNVidiaGTX980 Ti (GV-N98TD5-6GD-B)6Gb384BitDDR5Rp11,860,000.00
    5GigabyteNVidiaGTX980 TI Gaming (GV-N98TG1 GAMING-6GD)6Gb384BitDDR5Rp12,560,000.00

    Dengan demikian, wajar jika harganya mencapai belasan juta rupiah. Tetapi itu sebanding dengan kinerja tertinggi yg bisa ditawarkan sebuah kartu grafis. Sayangnya seorang gamer bermodal cekak seperti saya tidak sanggup untuk membeli VGA ini, sehingga kita akan beralih ke VGA Card yg berikutnya. OK, Next!

  2. NVidia GeForce GTX 960

    Sebagaimana ditelisik dari situs Videocard Benchmark, GeForce GTX 960 berselisih 3.713 poin dgn GTX 980 diuji dari hasil benchmark memang berkekuatan hanya sepertiga dari kakaknya GTX 980 si pemuncak chart VGA Card High-End, tetapi GTX 960 sukses menduduki peringkat 16 dari keseluruhan Video Card high-end yg telah dirilis ke pasaran.

    Gigabyte_NVidia_GeForce_GTX_960_G1_GAMING
    Gigabyte G1 Gaming GeForce GTX 960.

    Harga ASUS NVidia GeForce GTX 960 DirectCU II OC 2 GB DDR 5 STRIX by NVidia adalah berkisar di Rp 3.331.000,-. GPU yg sama dengan merk Digital Alliance dibanderol dengan harga lebih murah Rp 300.000,-an dari ASUS. Merk GigaByte memiliki seri terlengkap sekaligus menjadi yg termahal dengan varian tertingginya yg di jual seharga Rp 4.100.000,- (tentunya dengan penambahan beragam fitur yg tidak dapat ditemukan pada seri yg lebih murah).

  3. NVidia GeForce GTX 650 Ti

    Tetapi bila budget masih tidak memungkinkan untuk membeli VGA card dengan harga 3 jutaan, maka Anda bisa menurunkan budget hingga di bawah 2 jutaan, yaitu dengan pilihan terbaik ada di NVidia GeForce GTX 650 Ti.

    NVidia_GeForce_GTX_650_Ti
    NVidia GeForce GTX 650 Ti

    Kartu grafis ini pertama kali diuji oleh Passmark Software pada tanggal 14 Oktober 2012 dan langsung menempati peringkat 85 di daftar kartu grafis (VGA Card) High End dengan nilai benchmark mencapai 2686.

    Untuk harga, yg tertera di rakitan.com adalah Rp 2.648.000,- untuk merk Asus GTX 650 Ti 2Gb Boost dengan nomor seri GTX650 TIB-DC2OC-2GD5 per tanggal 4 April 2015 dan Rp 2.381.000,- untuk seri Asus GTX 650 Ti DC II OC 2Gb 128Bit DDR5 NVidia PCI Express. Sedangkan harga termurah adalah yg bermerek Zotac GTX 650 Ti Boost 2Gb DDR5 NVidia PCI Express 2GB di Rp 1,623,000.

Password WiFi

Wi-Fi adalah sebuah cara yg mudah bagi Anda untuk tetap terkoneksi dengan internet, tetapi sebuah jaringan Wi-Fi yg tidak aman bisa menyebabkan informasi pribadi Anda berada dalam resiko. Menjaga router Anda terlindungi dengan password & mengganti password secara rutin adalah kunci utama untuk melindungi jaringan & data-data pribadi Anda. Cara tersebut juga dapat mencegah orang lain mencuri kuota internet Anda! Untuk mempelajari bagaimana cara mengubah password Wi-Fi Anda, akan dijelaskan disini secara rinci lengkap beserta gambarnya sebagaimana dikutip dari situs WikiHow.com.

Cara Mengubah Password Wi-Fi

Bagaimana sebenarnya cara untuk menemukan atau mengganti Nama Jaringan & Password WiFi Anda? Langkah-langkah berikut akan mengulas dengan lengkap caranya dengan sangat terperinci hingga bahkan seorang pemula yg masih awam mampu melakukannya sendiri di rumah.
  1. Membuka Halaman Pengaturan

    Untuk langkah pertama setelah menghubungkan router dengan komputer atau laptop menggunakan kabel ethernet (LAN), mari kita membuka halaman pengaturan untuk router Anda. Anda bisa mengakses halaman pengaturan router melalui sebuah browser internet (seperti misalnya Mozilla Firefox atau Google Chrome) menggunakan sebuah komputer yg terhubung dengan jaringan WiFi Anda.

    Apabila Anda tidak bisa terkoneksi melalui Wi-Fi karena Anda tidak mengetahui passwordnya, maka Anda bisa menggunakan sebuah kabel Ethernet (atau mungkin Anda mengenalnya sebagai "kabel LAN") untuk menghubungkan komputer dengan router secara langsung. Ini akan mem-bypass koneksi tanpa memerlukan password.

    • Ketik alamat di kolom address bar yg terdapat di browser Anda. Alamat standar halaman pengaturan router yg biasa digunakan di seluruh dunia adalah 192.168.1.1, 192.168.0.1, 192.168.2.2, 192.168.0.2 atau 10.0.1.1 (yg terakhir khusus untuk produk Apple). Ketik alamat tersebut di kolom alamat web yg terdapat di bagian atas browser Anda. Anda bisa menambahkan awalan http:// sebelum angka atau langsung ketik angka saja sebagaimana contoh di bawah ini:

      Cara_Mengganti_Password_WiFi_Cisco
      Cara mengganti password WiFi di router Cisco. images: WikiHow.

      Cara_Mengganti_Password_WiFi_D-Link
      Cara Mengganti Password Wi-Fi D-Link DFL-210

    • Apabila ketiga alamat diatas tidak berhasil memberi Anda akses ke halaman pengaturan router, maka coba buka Command Prompt (CMD) dengan menekan tombol ⊞ (Windows) Win+R lalu ketikkan cmd, lalu klik atau tekan enter.

      Setelah Command Prompt terbuka, ketik ipconfig lalu tekan ↵ Enter. Lihat koneksi aktif di daftar yg muncul lalu temukan alamat "Default Gateway" address. Ini pada umumnya adalah alamat router default Anda.

    • Apabila dengan cara tersebut diatas juga gagal, maka tekan lalu tahan tombol "Reset" di router Anda untuk sekitar 30 detik agar mengembalikannya ke kondisi semula yg disebut "factory default settings". Anda bisa menemukan letak tombol reset di router Anda dengan membaca buku manual router yg diberikan bersama dengan paket pembelian atau dari operator penyedia jaringan (misalnya First Media). Lalu, cari alamat default untuk model router tersebut (misalnya merk D-Link type xxx atau Cisco type xxx), lalu ketikkan alamat tersebut pada browser Anda.

    • Beberapa router sudah dilengkapi dengan perangkat lunak untuk mepermudah pengaturan router (software konfigurasi). Apabila Anda sebelumnya telah menginstall software konfigurasi ini, maka Anda bisa menggunakan perangkat lunak tersebut ketimbang harus membuka pengaturan melalui browser internet.

  2. Masukkan Username lalu password router

    Semua router akan memerlukan sebuah username & password sebelum Anda bisa mengakses halaman konfigurasinya. Jika Anda tidak pernah mengganti username & password sebelumnya, maka coba ketikkan "admin" di kolom username, & passwordnya bisa berupa "admin" atau "password". Tentu saja ini bervariasi di tiap-tiap model, sehingga sebaiknya Anda mencari tahu terlebih dahulu pengaturan default username & password untuk router Anda di internet, atau perhatikan buku manual yg diberikan dalam paket penjualan router.

    Jika Anda pernah mengganti atau sudah lupa username & passwordnya, maka Anda bisa menekan tombol reset di router sekitar 30 detik, sehingga mengijinkan Anda untuk login menggunakan username & password default.

GPU Mobile

Setelah sebelumnya merasa bingung memilih laptop gaming termurah, maka saya memutuskan untuk memilih laptop berdasarkan Graphich Processing Unit (GPU) yg digunakan. Mengapa demikian? Karena saya percaya bahwa produsen laptop tidak akan membuat atau menjual sebuah laptop yg parts nya tidak seimbang (misalnya terjadi bottleneck) diantara GPU dengan CPU serta bagian laptop lainnya (RAM/MoBo/Monitor/dll). Jadi dengan memilih laptop yg berintikan GPU, maka secara otomatis produsen akan memadukannya dengan CPU yg setara agar tidak terjadi bottleneck (kalaupun ada ketidak-seimbangan, mungkin selisihnya akan sangat tipis ataupun hanya terjadi pada satu dua merk laptop saja).

Saya kemudian memperhatikan daftar Benchmark List Video Graphics Cards khusus laptop (mobile GPU) yg dibuat oleh situs NotebookCheck menggunakan sejumlah tools benchmark software sekaligus diantaranya:
  • 3DMark Ice Storm GPU
  • 3DMark Cloud Gate GPU
  • 3DMark11 P GPU
  • 3DM Vant. P GPU
  • 3DMark06
Hasil benchmark yg mereka lakukan kemudian menghasilkan sebuah daftar yg diurutkan mulai dari GPU terbaik dengan performa tertinggi, lalu dari daftar yg mereka tampilkan di situsnya tersebut saya bisa memilih GPU mana yg paling rasional untuk diincar (untuk kemudian disortir kembali berdasarkan harga).

Daftar GPU Mobile High-End

Berikut adalah daftar 20 teratas dari GPU High-End yg biasa digunakan di laptop gaming papan atas:

NomorGPUArsitekturKecepatan IntiSpeed MemoriBus MemoriTipe MemoriDirectX
1NVIDIA GeForce GTX 980M SLIMaxwell103850002x 256GDDR511.2
2NVIDIA GeForce GTX 970M SLIMaxwell92450002x 192GDDR511.2
3NVIDIA GeForce GTX 880M SLIKepler95450002x 256GDDR511
4NVIDIA GeForce GTX 780M SLIKepler82350002x 256GDDR511
5NVIDIA GeForce GTX 965M SLIMaxwell92450002x 128GDDR511.2
6AMD Radeon R9 M290X CrossfireGCN85048002x 256GDDR511.2 (Tier 1)
7AMD Radeon HD 8970M CrossfireGCN85048002x 256GDDR511.1
8NVIDIA GeForce GTX 680M SLIKepler72036002x 256GDDR511
9AMD Radeon HD 7970M CrossfireGCN85048002x 256GDDR511.1
10NVIDIA GeForce GTX 980MMaxwell10385000256GDDR511.2
11NVIDIA GeForce GTX 970MMaxwell9245000192GDDR511.2
12NVIDIA GeForce GTX 860M SLIMaxwell102950002x 128GDDR511
13NVIDIA GeForce GTX 770M SLIKepler81140002x 192GDDR511
14AMD Radeon R9 M295XGCN 35448256GDDR511.2
15AMD Radeon R9 M390XGCN 35000256GDDR511.2
16NVIDIA GeForce GTX 880MKepler9545000256GDDR511
17NVIDIA GeForce GTX 780MKepler8235000256GDDR511
18NVIDIA Quadro K5100MKepler7713600256GDDR511
19NVIDIA GeForce GTX 680MXKepler7205000256GDDR511
20NVIDIA GeForce GTX 965MMaxwell9245000128GDDR511.2

Berbagai GPU yg tercantum di daftar tersebut diatas sebenarnya cukup banyak yg tersedia di Indonesia, hanya saja harganya itu lho... setara MoGe kelas menengah ke bawah.. hehehehe...

Gaming Laptop dengan High-End GPU

Berikut adalah 5 laptop gaming yg bisa ditemukan di Indonesia lengkap dengan harga jualnya (per tanggal 9 Juli 2015):

NoMerkModelCPUGPURAMHarga
1MSIGT72 2QE Dominator ProIntel Core i7 4710HQ-2.5Ghz Turbo 3.5GhznVidia GeForce GTX980M-8GB8GBRp44,900,000.00
2XenomHercules HC17S-X2-DL02Intel Core i7-4710MQ (2.5 GHz)DUAL Nvidia GeForce GTX 880M8GBRp41,189,000.00
3GigabyteAorus X7-V2 ProIntel® Core™ i7-4700MQ 2,4GHz, Turbo 3,4GHzNvidia GeForce GTX860M SLI16GBRp39,000,000.00
4MSIGS60 2QE Ghost ProIntel Core i7-4720HQ 4th generationNvidia Geforce GTX970M , 3GB DDR516GBRp37,000,000.00
5AlienwareM17xR5 Core i7-4700 Intel Core i7-4700MQ 3.7GHz, 6MB cacheNVidia GeForce GTX 770M 3GB GDDR58GBRp30,737,000.00

Tetapi melihat dari harganya, saya rasa kemungkinan besar tidak akan menoleh ke laptop dengan spesifikasi diatas. Maka saya akan menurunkan kriteria spek GPU yg diincar dengan laptop yg tersedia di pasaran Indonesia, medium-end saja cukup barangkali?

Mari kita lanjutkan perburuan kita di artikel berikutnya..

Laptop Gaming

Di pekan ini, saya berencana untuk menjual rig PC Gaming desktop saya lalu menggantinya dengan laptop saja dengan alasan hemat energy plus lebih ringkas. Setelah menikah dan memiliki anak, kegiatan saya bermain game memang tereduksi jauh dibandingkan saat masih bujang dulu yg bisa semalaman bermain game di depan komputer sampai dini hari.

Terlebih lagi komputer yg hidup lama memakan cukup banyak daya listrik sehingga tagihan listrik di rumah kami membengkak sebagai akibat dari naiknya tarif dasar listrik untuk pelanggan PLN dengan kapasitas daya diatas 1.300 watt. Sehingga mau tidak mau, saya harus mencari laptop yg harganya murah tetapi punya performa yg tidak terlalu mengecewakan sebagai pengganti komputer di rumah.

Spesifikasi dan Harga

Oleh karena men-sortir deretan laptop berdasarkan CPU serta GPU yang digunakan terasa lebih sulit, maka untuk gampangnya saya akan mensortir pilihan melalui kapasitas RAM terlebih dahulu. Sebagai informasi, saya hanya akan membeli laptop dengan spesifikasi berikut: kapasitas RAM 4 sampai dengan 8 GB demi menjaga kelancaran multi-tasking, GPU Intel / AMD empat inti (quad-core) dengan kecepatan tidak kurang dari 2.0GHz (bukan up to xxx GHz), dan GPU terpisah (kalaupun integrated harus lebih bagus dari GPU separated / VGA Card, contohnya Intel HD 4400 atau AMD R7). Alasannya tentu demi mengejar performa laptop agar cukup baik dalam menjalankan game ketika saya rindu dengan aktivitas di depan monitor, walaupun tidak bisa dengan setting tertinggi, minimal fps (frame-per-second) yg didapat sudah cukup memuaskan plus tidak terjadi lag. Untuk ukuran serta resolusi layar, saya rasa tidak menjadi masalah berarti karena saya yakin produsen laptop tidak akan menyia-nyiakan spek tinggi dengan memasangkannya ke monitor jelek atau resolusinya minim.

Bingung_Memilih_Laptop_Gaming_Murah
Bingung memilih laptop gaming termurah? Mari kita cari sama-sama di artikel ini.

Lalu berapa budget yg saya sediakan? Tentunya tidak akan melebihi hasil penjualan PC gaming yg akan dijual. Seandainya kalau PC saya dijual lalu mendapatkan (dengan asumsi dijual terpisah alias "ketengan") Rp 1,2 juta dari processor, Rp 1 juta dari VGA, 400rb dari MoBo, 600rb dari PSU, 1,6jt dari dua buah hardisk HDD 2TBx2, dan 1,1jt dari SSD, plus 1,5jt dari casing plus monitor, maka saya akan memiliki budget sekitar Rp 7.400.000,-. Dengan limit harga seperti ini saya akan kesulitan untuk mendapatkan laptop gaming terbaik dengan harga paling murah, sebab spek tinggi di laptop biasanya berharga hampir dua kali lipat lebih mahal dari versi desktop. Tetapi saya tidak ingin putus asa sebelum mencoba mencarinya terlebih dahulu.

GPU

Kita semua sudah tahu bahwa tidak mungkin untuk mengharapkan performa GPU di laptop akan mampu menyamai kinerja VGA Card di dekstop PC rakitan (utamanya dalam kelas serta rentang harga yg sama / mirip-mirip). Kecuali jika kita sedang berbicara tentang true laptop gaming seperti MSI GT72 2QE Dominator Pro, Xenom Hercules HC17S-X2-DL02, atau Gigabyte Aorus X7-V2 Pro, yg harganya diatas 30 juta rupiah, maka segera tinggalkan artikel ini.

Oleh karena budget yg terbatas, maka cukuplah GPU yg tidak jelek-jelek amat bila saya ingin membeli sebuah laptop gaming dengan harga murah. Saya tertarik dengan GPU NVidia GeForce 840M, karena adiknya 820M kelasnya masih setara dengan GPU terintegrasi milik Intel (HD 4400) atau AMD R7. Tetapi dengan demikian, secara otomatis harga laptop yg diincar akan berada di kisaran 8 sampai 10 juta rupiah.

"Laptop gaming" disini bukan benar-benar "gaming laptop" seperti seri Alienware, MSI Dominator, Xenom Hercules / Phoenix, dan sebagainya yang memang dirancang dn diproduksi untuk bermain game, mengingat hampir tidak ada laptop gaming edition yg benar-benar murah, maka kita permudah saja penyebutan "laptop yg bisa dipakai main game" untuk disebut sebagai laptop gaming di dalam artikel ini.

Sebenarnya masih ada banyak GPU yg ingin saya cantumkan, tetapi menuliskan satu persatu GPU dan CPU yg biasa dipakai di laptop-laptop incaran saya akan membuat artikel ini terlalu panjang. Artikel selanjutnya akan membahas tentang daftar CPU serta GPU yg biasa digunakan sebagai parts dari masing-masing laptop.

1150 vs 1155

Sebagaimana kita ketahui bersama, Intel Corp. telah meluncurkan LGA 1150, yang juga dikenal sebagai Socket H3, adalah sebuah socket mikroprosessor yg digunakan oleh Central Processing Unit (CPU) produksi Intel yg dibangun diatas desain teknologi mikroarsitektur Haswell. Selain itu, socket LGA 1150 juga dirancang untuk penggunaan suksesor Haswell, yaitu chip mikroarsitektur Broadwell.

Perbedaan_Intel_Motherboard_Socket_LGA_1150_vs_1155
Perbedaan Socket Motherboard Intel LGA 1155 vs 1150. images: www.chipell.com

LGA 1150 dirilis sebagai pengganti dari Socket LGA 1155, yg juga dikenal sebagai Socket H2. Socket LGA 1150 memiliki 1150 pin protruding yg terkoneksi dengan bantalan di bagian bawah procie. Sistem pendingin untuk socket LGA 1155 dan LGA 1156 sengaja dibuat kompatibel dengan LGA 1150, hal ini dikarenakan mereka memang memiliki jarak yg sama yakni 75mm diantara masing-masing lubang bautnya. Kebanyakan MoBo dengan socket LGA 1150 telah mendukung berbagai macam output Video seperti VGA, DVI ataupun HDMI – (tergantung dari model masing-masing produsen MoBo) dan rata-rata sudah mendukung teknologi Intel Clear Video.

Intel Socket LGA 1150 memperpanjang daftar socket yg pernah dirilis sebelumnya, mulai dari LGA 775, 1156, 1155, dan kini 1150.

Klik disini untuk membaca lebih detail tentang Perbedaan Intel Socket LGA 775, 1156, 1155, dan 1150.

Tentunya setiap Intel mengeluarkan produk baru, pasti ada teknologi baru yg menyertainya. Tetapi selain dari kompatibilitas sudah disebutkan di awal tadi, apa saja perbedaan lain dari kedua socket tersebut?

Perbedaan Motherboard Socket LGA 1150 vs 1155

Secara kualitas, semua motherboard ditentukan oleh masing-masing produsennya. Produsen MoBo terkenal semacam MSI, Gigabyte, ASUS, sudah jelas akan lebih berkualitas dibanding dengan merk tidak terkenal yg berharga jauh lebih murah. Anda bisa menilai kualitas sebuah motherboard bukan dari chipset atau socket yg digunakannya, tetapi cara paling gampang untuk membandingkan adalah melihat harga, sebagaimana harga yg berbeda juga akan membedakan kualitas komponen yg digunakan di atas board tersebut.

Tetapi di dalam motherboard yg sama-sama memakai Socket LGA 1150, masih bisa dibedakan lagi kelasnya dilihat dari chipset yg digunakan di masing-masing MoBo LGA 1150. Chipset tersebut membedakan berbagai fitur yg disematkan dalam tiap-tiap MoBo.

Klik disini untuk mengetahui: Perbedaan Chipset B85 H81 H87 Z87 Z97 pada Motherboard dengan Socket Intel LGA 1150.

Dari segi dukungan, jika Anda ingin merakit sebuah komputer baru, maka pilihan yang lebih tepat adalah socket LGA 1150, karena selain sudah mendukung seri CPU yg lebih baru, lebih cepat, serta lebih efisien dari Intel, tetapi chipset yg lebih baru juga memiliki fitur pendukung yg lebih banyak dibanding versi lamanya.

LGA 1155 adalah socket yg dirancang khusus untuk procie Intel berkode nama Ivy Bridge dan LGA 1150 diperuntukkan bagi Haswell (juga kompatibel dengan Broadwell). LGA 1150 yg lebih baru telah mendukung penggunaan procie Intel generasi keempat (4th generation) dari Intel core i5 dan i7, sedangkan LGA 1155 hanya mendukung versi lama dari kedua seri procie tersebut (Intel generasi ketiga).

berikut adalah sejumlah tips dalam Memilih Motherboard: Perbedaan H61, B75, dan Z77 di LGA 1155.
.
Sebagaimana dikutip dari berbagai sumber.

Acer R-002

Acer_Liquid_Jade_S55_free_Flip_Case_Powerbank_6800mAh
Bulan lalu salah seorang adik sepupu saya yang berada di Bali meminta tolong kepada saya untuk membelikan smartphone dengan syarat processor QuadCore, RAM 2GB, dan kamera yang bagus. Akhirnya setelah browsing di internet, pilihannya jatuh pada smartphone Acer Liquid Jade S55.

Pada tanggal 1 Juni 2015 pukul 14:58 saya melakukan pemesanan Smartphone Acer Liquid Jade S55 - 16GB warna Hitam dengan bonus berupa Free Flip Case + Powerbank 6800mAh di situs penjualan Online Lazada.co.id dengan harga Rp 1.999.000 dengan potongan harga sebesar Rp 100.000,-. Keesokan harinya, tanggal 2 Juni 2015 jam 13:38 saya telah melakukan pembayaran melalui transfer bank dan mendapatkan notifikasi bahwa Pembayaran telah diterima oleh Lazada dan pesanan akan diproses ke pengiriman dalam waktu 3 hari kerja.

Setelah melakukan pembayaran, saya mendapat pemberitahuan dari pihak penjual MDP IT Store Palembang, bahwa bonus berupa flip case sedang tidak ada stock dan akan dikirimkan menyusul setelah mendapat pasokan stock baru dari pihak distributor Acer. Saya kemudian membalas SMS tersebut dan menyetujui opsi pengiriman flip case menyusul.

Barang kemudian dikirimkan oleh pihak penjual, dalam hal ini adalah MDP IT STORE, dikirim dari Palembang dengan menggunakan jasa layanan pengiriman JNE YES pada tanggal 03 Juni 2015 pukul 16:04 dan Smartphone Acer Liquid Jade S55 beserta bonus sebuah powerbank Acer 6.800mAh R-002 saya terima pada tanggal 05 Juni 2015 pukul 16:00. Disini saya merasa terkesan dengan pelayanan Lazada, MDP IT Palembang, dan JNE.

Saya juga cukup merasa puas dengan barang berupa Smartphone Acer Liquid Jade S55 yang sudah saya terima, dengan berkekuatan processor Quad Core 1.3 GHz dan Chipset Mediatek MT6582, dipadukan RAM sebesar 2GB menjamin smartphone ini berjalan cukup kencang di OS KitKat 4.4.2. Ditambah lagi kapasitas storage yang cukup lega, 16GB plus fitur super Anti Scratch - Gorilla Glass 3, saya merasa adik sepupu saya akan merasa senang saat memperoleh smartphone ini. Mungkin kekurangannya adalah desain yang kurang elegan dan layarnya yg cukup licin. Tetapi overall saya menilai smartphone ini cukup bagus.

Segera saja keesokan harinya saya meninggalkan komentar di halaman penjualan Lazada yg menyatakan bahwa saya puas dengan kondisi barang dan cepatnya pengiriman ketika berbelanja di JNE, sayangnya hingga hari ini komentar tersebut belum disetujui oleh admin situs penjualan online Lazada.

Masalah PowerBank Acer 6800mAh R-002

Powerbank_Acer_6800mAh_R-002_Liquid_Jade_S55_Flip_Case
Permasalahannya disini adalah, PowerBank Acer 6800mAh dengan kode R-002 yang diberikan sebagai bonus dari pembelian tersebut diatas tidak bekerja semestinya. Saat disambungkan dengan kabel putih bertuliskan Mi di head nya bawaan dari dalam kotak powerbank, lampu LED berwarna merah yg menandakan bahwa powerbank sedang di-charge tidak menyala sama sekali.

Setelah saya mencoba mengganti dengan kabel charger asli bawaan paket penjualan smartphone, lampu LED warna merah memang menyala, tetapi masalah tidak berhenti sampai disana saja. Saya kemudian membiarkan powerbank tersebut di charge selama kira-kira 6 jam. Saat saya membalik kabel untuk digunakan charging smartphone, Acer Liquid Jade S55 itu tidak menunjukkan sedang di-charge. Tidak ada daya listrik yang masuk. Saya sudah mencoba berbagai opsi, termasuk menukar kabel dengan beberapa kabel lainnya, atau mencoba charging menggunakan smartphone lainnya, tetapi tetap saja powerbank tersebut tidak bisa charging.

Saya merasa kecewa dengan produk yang dijual melalui Lazada ini. Walaupun diberi keleluasaan untuk menukarkan barang selama 14 hari kerja, saya sudah terlalu malas untuk ribet memaketkan barang dan ke JNE untuk mengirimkan, lalu menunggu lagi, hanya gara-gara powerbank saja.

Sebagai tambahan informasi, sudah 14 hari alias dua minggu sejak barang diterima, saya juga masih belum mendapatkan kabar dari pihak MDP IT Store Palembang tentang kapan bonus berupa flip-case untuk Acer Liquid Jade S55 dapat dikirimkan.

Jon Kabira

Jon Kabira
Ketika zaman kejayaan PlayStation (PS) 1 dan PS 2, Anda yg hobby memainkan game Winning Eleven (WE) di tahun 1998 hingga 2004 mungkin akrab dengan kalimat komentator berbahasa Jepang yg mengatakan "wan tu..." (saat melakukan trik one-two) ataupun "shyutooo...!!!" ketika menendang bola ke arah gawang.

Ya, itu adalah ciri khas komentator di game WE tersebut. Komentator tersebut adalah Jon Kabira. Lahir pada tanggal 1 November 1958 di Naha - Okinawa, Jepang, ia adalah salah satu presenter, penyiar radio, narator, dan komentator yg sering diafiliasikan dengan Sony Music Artists. Ia sangat terkenal di Jepang dengan berpartisipasi di berbagai iklan TV, acara Televisi, dan pekerjaan yg terkait dengan audio-visual.

Jon Kabira sebagai pengisi narasi komentator di PES 2014.
Jon Kabira sebagai pengisi narasi komentator di PES 2014.

Suara dari Kabira ini sangat dikenal tidak hanya di Jepang atau Asia saja, bahkan hingga ke Afrika, Amerika dan Eropa oleh karena narasinya sebagai komentator di seri video game Winning Eleven keluaran Konami. Namun tidak banyak orang yang mengetahui sosok asli dari komentator legendaris ini. Di edisi World Soccer: Winning Eleven 2011, dia menjadi komentator bersama ex pemain sepakbola Jepang, Tsuyoshi Kitazawa dan Hiroshi Nanami.

Jim Beglin dan Jon Champion

Di edisi Winning Eleven terakhir (2015), bahkan ada tambahan opsi bahasa China selain dari Bahasa Jepang sebagai narasi komentator saat sedang bertanding. Tetapi jika Anda memilih untuk bahasa Inggris, maka Anda akan mendengar nama Jon Champion dan Jim Beglin yg bercuap-cuap menemani pertandingan Anda. Telinga Anda akan sering mendengar sebutan kalimat: "I'm Jon Champion, and my co-commentator Jim Beglin.."

Jim Beglin dan Jon Champion sebagai komentator di seri video game Pro Evolution Soccer.
Jim Beglin dan Jon Champion sebagai komentator di seri video game Pro Evolution Soccer.

Setiap kali akan memulai pertandingan di PES, Anda akan mendengar kalimat percakapan seperti ini:
  • Jon: "I'm Jon Champion and alongside me, is Jim Beglin.."
  • Jim: "Hi Jon, hello everyone.."
Terasa familiar bukan? (khusus penggila PES) Hingga kini di PlayStation 4 yang memainkan game Pro Evolution Soccer 2015, Anda akan tetap mendengar suara dari komentator Jim Beglin dan Jon Champion.

Saya sendiri masih lebih menyukai gameplay PES 2013 dan tetap memainkannya hingga sekarang. Baru-baru ini saya menginstall Patch versi 7.0 yang di download dari Kuyhaa-Android.blogspot.com dan berhasil memainkan, walaupun harus klik "Run as Administrator" terlebih dahulu di file PES2013.exe saat akan memainkannya.
Previous PostPosting Lama Beranda